| Sabtu, 02 Desember 2006 | EKONOMI |
Kreativitas Angkat Prestasi UKMSEMARANG- Berangkat dengan hanya bermodal 2 unit komputer, 1 printer, 1 scanner, dan 1 compressor, perusahaan periklanan PT Petakumpet Yogyakarta mampu mendongkrak omzetnya hingga Rp3-Rp5 miliar dalam waktu lima tahun. Dikemudikan oleh para angkatan muda, kreativitas perusahaan lokal itu tak kalah bersaing dengan perusahaan iklan raksasa. Hingga kini, tak kurang dari 250 klien telah memanfaatkan jasanya. Didirikan tahun 1999 oleh Radetyo Sindhu Utama, yang kini menjabat Presiden Direktur, Petakumpet terus memperluas usahanya. Profil Petakumpet tersebut menarik perhatian dewan juri Dji Sam Soe Award, hingga akhirnya terpilih menjadi salah satu dari sembilan UKM ke babak final. Selain Petakumpet, perusahaan lainnya adalah PT Pembina Raga, sebuah UKM yang bergerak di bidang alat peraga pendidikan, PT Surya Sejahtera (bidang penyediaan spare part kendaraan), CV Nuri Teknik (alat-alat kesehatan dan rumah sakit), CV Bunga Indah Farm (ekspor tanaman hias), dan UKM milik Bimada (usaha makanan). Disusul Kelompok Usaha Tani Sayur Organik Parmer Group, Amanda Brownies (usaha makanan), dan CV Ridaka (tenun dan kerajinan). Menurut Brand Manager Dji Sam Soe, Veronica Risariyana, 9 finalis itu merupakan perusahaan-perusahaan yang memiliki keunggulan dan karakteristik khas. ''Dari kesembilan pelaku UKM itu nanti akan diambil 3 pemenang. Mereka akan mempresentasikan usahanya di hadapan juri kehormatan terlebh dahulu,'' katanya. Ia menjelaskan keunggulan yang dimiliki UKM-UKM itu antara lain ada pada Dra Hj Thuraya A Kadir, Pemimpin CV Ridaka Pekalongan. Usaha di bidang tenun dan kerajinan ini dirintis sebagai home industry sejak tahun 1940. Ridaka telah memberikan inspirasi dengan sentuhan bahan-bahan alami selama 66 tahun. Perusahaan itu konsisten mengembangkan teknik pemanfaatan bahan-bahan alam dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). ''Saat ini Ridaka terus mengembangkan tenunan dengan bahan-bahan baru. Bahkan Ridaka juga berhasil membuat tenunan dari kertas koran dan majalah bekas,'' kata Veronica. (H22-59) |