| Sabtu, 02 Desember 2006 | BUDAYA |
Bermusik Tiada HentiHEBAT betul stamina Eugene Lodewijk Willem Maulana. Kendati telah berusia 62 tahun, musikus jaz yang akrab disapa Ireng Maulana itu tak henti-henti bermusik. Terbukti, tiga hari seusai menghelat Jakarta Internasional Jazz Festival (Jak Jazz) 2006 di Istora Senayan pada 25-27 November, Ireng tak ingin berdiam diri. Ya, Ireng memiliki stamina berlebih. Itulah yang nampak ketika dia tampil dalam konser amal "Peduli Sesama" di Krakatau Grand Ball Room Hotel Horison Semarang, Kamis (30/11) malam. Dia tampil tak sendiri. Kampiun musik jaz Indonesia itu ditemani Didiek SSS, Tony Suwandi, Christopher Abimanyu, dan Kia AFI. "Nggak capek tuh. Malah senang bisa sering tampil main musik. Apalagi untuk kegiatan sosial seperti ini," ujar Ireng seusai acara yang hasilnya diperuntukkan bagi perbaikan sekolah rusak akibat gempa tektonik di Klaten, beberapa waktu lalu, itu. Ikhtiar musikus yang pernah bekerja sebagai sopir kedutaan dan kasir toko swalayan itu layak diacungi jempol. Mesti gaek, dia tetap bersemangat menghibur lewat musik. Tampil Bareng Bayangkan, tak cuma sekali-dua kali dia menghelat, bahkan tampil pula pada konser musik. Semua itu tentu butuh tenaga ekstra. Misalnya, saat sukses menyuguhkan Jak Jazz 2006. Ireng butuh waktu lebih dari setahun untuk mempersiapkan festival yang menghilang selama sembilan tahun itu. Kamis malam, saat tampil dalam acara yang dipandu Jeremy Thomas dan Olga Lydia itu, Ireng tetap tampil prima. Dia menyandang gitar, tampil bareng Didiek SSS dan Tony Suwandi, memainkan beberapa tembang. Permainan mereka padu padan. Ireng memetik dawai gitar, Didiek dan Tony menimpali dengan tiupan saksofon. Tak pelak, sinergi mereka mengundang decak kagum ratusan pengunjung. Alhasil, sepanjang pertunjukan kerap terdengar derai tepuk tangan. Tak sedikit pengunjung berharap mereka berlama-lama di atas panggung. Seolah tertantang, Ireng dan Didiek tak kurang dari tiga kali naik-turun panggung untuk kembali unjuk kepiawaian. "Tak masalah saya diundang di mana saja. Selama bisa, saya tentu datang. Semua saya lakukan untuk bertukar pengalaman demi perkembangan musik di Tanah Air. Entah itu jaz, pop, atau yang lain," kata Ireng. Tentu saja semua pihak patut mendukung ikhtiar Ireng itu. Tak terkecuali Anda bukan? (Fahmi ZM, Dicky Priyanto-53) |