| Jumat, 01 Desember 2006 | SALA |
Dagangan Tak Laku, Kios Dikontrakkan
SOLO - Karena sepi pembeli, sejumlah pedagang Pasar Klithikan Notoharjo Semanggi, Pasar Kliwon memilih mengontrakkan kios mereka. Sebab, jika terus berjualan, pedagang pindahan dari kawasan Monumen 45 Banjarsari itu harus menanggung biaya operasional yang cukup tinggi. Menurut Alikan, pedagang onderdil mobil, setiap bulan dia harus mengeluarkan biaya minimal Rp 85.000. Jumlah itu untuk membayar tagihan listrik Rp 62.500, biaya kebersihan Rp 2.500, biaya keamanan Rp 10.000, dan parkir motor Rp 10.000. Jumlah itu harus dibayar meski kios tidak dibuka. ''Terutama untuk pedagang yang kiosnya ada di dalam, beberapa di antaranya memilih dikontrakkan. Sebab, biaya operasional di sini sangat tinggi, sebulan saja Rp 85.000. Bayangkan kalau pendapatan kami paling banter hanya Rp 250.000 sebulan, itu kan sudah habis untuk transportasi dan makan di sini. Lalu bagaimana kami bisa menghidupi keluarga?'' katanya sambil memperkirakan, penurunan omzet pedagang rata-rata mencapai 75 persen dari saat berada di Kawasan Monumen Banjarsari. Nilai kontrak untuk satu kios, bisa berkisar antara Rp 750.000 dan Rp 1 juta/tahun. Pengontrak tidak hanya dari kalangan pedagang, namun ada yang dari luar. Dibantah Namun jual beli kios tersebut dibantah sejumlah pedagang. Seperti yang diungkapkan penasehat koperasi pasar setempat Latief Siradj, belum ada satupun pedagang yang berani menjual kiosnya kepada pedagang lain, apalagi kepada pihak luar. Alikan menambahkan, pembeli tentu akan berpikir ulang sebelum memutuskan membeli, lantaran sepi pembeli. (G13-50) |