| Jumat, 01 Desember 2006 | OLAHRAGA |
Bonggo Butuh Gelandang PekerjaMAGELANG- Menghadapi Kompetisi Liga Indonesia 2007, PSIS Semarang masih membutuhkan seorang gelandang bertipe pekerja. Kebutuhan tim untuk memiliki gelandang dengan tipe itu sangat mendesak. Kehadirannya diharapkan mampu melengkapi materi pemain yang sudah ada. Pernyataan itu dikemukakan arsitek tim Bonggo Pribadi seusai laga uji coba antara PSIS dan PPSM Magelang di Stadion Sapta Marga Kompleks Akmil Magelang, sore kemarin. Bonggo kembali menegaskan, materi lini tengah tim asuhannya belum lengkap. Dengan cederanya Julian Kusuma, kini hanya hanya ada empat pemain bertipe gelandang murni di kubu Mahesa Jenar. Mereka adalah Wahyu Wahab, M Fachrudin, Modestus Setiawan dan Kahudi Wahyu Widodo. Sementara pemain lain seperti Indriyanto Nugroho dan M Ridwan yang sering dijadikan gelandang, posisi aslinya adalah striker dan sayap kanan. ''Kami masih membutuhkan tipe gelandang yang rajin naik turun membantu serangan dan pertahanan. Seperti yang Anda lihat, ketiadaan pemain seperti itu sangat terasa bagi permainan tim,'' tandasnya. Belum Padu Pada pertandingan persahabatan yang disaksikan sekitar seratus penonton itu, Fofee Kamara cs unggul 2-0 atas PPSM. Kedua gol diborong striker Khusnul Yaqien pada awal babak pertama dan akhir paruh kedua. Proses terciptanya kedua gol itu tak jauh berbeda. Khusnul sukses meneruskan umpan silang Harri Salisburi dan M Fachrudin. Kendati menang, kerja sama antarlini skuad Mahesa Jenar masih belum padu. Koordinasi dan kekompakan Fofee cs tampak belum solid. Lini tengah menjadi sektor yang memiliki kelemahan paling menonjol. Selain ketiadaan gelandang bertipe pekerja, tak adanya sosok pemain yang menjadi jenderal di lapangan tengah membuat variasi serangan menjadi minim. Pada babak pertama, serangan yang disusun lewat sayap cukup dominan. Suplai bola mengalir terutama lewat sayap kiri yang ditempati Harri. Masuknya M Ridwan di paruh kedua membuat serangan melalui tengah lebih hidup. Pergerakan Fachrudin yang diposisikan sebagai second striker menjadi lebih leluasa dan mampu mencetak beberapa peluang. ''Dibandingkan uji coba pertama lawan tim Porda Magelang, ada kemajuan dalam penampilan anak-anak kali ini. Bukan skor akhir yang menjadi tolok ukurnya, melainkan performa tim keseluruhan,'' jelas Bonggo. (H29,H33-31) |