logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 01 Desember 2006 OLAHRAGA
Line

Arsenal Kembali Dipermalukan

LONDON- Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, tampaknya harus segera melemparkan handuk ke sudut lapangan sebagai pertanda telah terkuburnya ambisi mereka untuk menjuarai Liga Inggris musim ini.

Empat hari setelah dipermak 1-3 oleh Bolton Wanderers di Stadion Reebok, mimpi buruk Arsenal berlanjut.

Harapan The Gunners untuk meraih gelar liga buyar seketika setelah Fulham mempermalukan mereka dengan dua gol dalam waktu 20 menit di Craven Cottage, Kamis (30/11). Fulham unggul berkat gol yang diciptakan pemain depan asal Amerika Serikat, Brian McBride, dan pemain Kanada, Tomasz Radzinski.

Meski Arsenal dapat menyarangkan satu gol dari tendangan bebas Robin van Persie, kesempatan mereka untuk menguasai pertandingan pupus setelah bek Swiss, Philippe Senderos diganjar kartu merah pada menit ke-66.

Ini merupakan kekalahan tandang ketiga beruntun di Premiership yang diderita Thierry Henry dan kawan-kawan. Sedangkan bagi Fulham, sukses itu memiliki arti ganda. Pertama, posisi mereka terdongkrak naik. Kedua, rekor buruk tidak pernah menang melawan Arsenal yang telah tertulis selama 40 tahun, akhirnya terhapus.

Pasukan Wenger sebenarnya memulai pertandingan dengan meyakinkan. Namun Brian McBride membuat mereka terkejut. Penyerang asal Amerika Serikat itu membuat seisi Craven Cottage bersorak saat sundulannya pada menit ke-6 menembus gawang Jens Lehmann. Tiga belas menit kemudian, tim polesan Chris Coleman itu menggandakan keunggulan. Menit ke-19, Tomas Radzinski membuat pendukung tuan rumah bersorak lebih keras.

Tetapi sembilan menit sebelum turun minum, penyerang Belanda, Robin Van Persie memberi harapan Arsenal. Menyusul pelanggaran Liam Rosenior atas Alexander Hleb menit ke-36, tendangan bebas Van Persie sukses menjebol gawang Antti Niemi. Skor berubah 2-1.

Pertandingan memanas di babak kedua. Thierry Henry sempat membuat gol, namun dianulir karena penyerang asal Prancis itu dinilai dalam posisi off-side. Dari kubu tuan rumah, tekanan bergelombang terus mengalir, terutama oleh aksi mantan pemain Arsenal, Luis Boa Morte.

Kerepotan oleh aksi Boa Morte, bek Arsenal Philippe Senderos terpaksa berlaku kasar. Dia menjatuhkan pemain Portugal itu. Alhasil, Senderos diusir keluar lapangan menit ke-66.

Pada menit-menit terakhir, Arsenal berpeluang menyamakan kedudukan, namun Henry gagal memaksimalkan umpan silang Justin Hoyte. Skor akhir tetap 2-1 bagi tuan rumah.

Wasit menghadiahkan lima kartu kuning untuk pemain-pemain Arsenal, yakni Alexandre Song, Philippe Senderos, Tomas Rosicky, Robin van Persie dan Mathieu Flamini. Sedangkan dari kubu Fulham, Michael Brown, Liam Rosenior, Luis Boa Morte, dan Heidar Helguson diberi hukuman serupa.

MU Kokoh

Di Old Trafford, pemimpin klasemen Manchester United (MU) mempertahankan keunggulan tiga angkanya setelah mengalahkan Everton 3-0, sementara Michael Ballack memberi Chelsea kemenangan 1-0 atas Bolton Wanderers di Reebok Stadium.

Pemain sayap Portugal, Cristiano Ronaldo membuka keunggulan MU pada babak pertama, disusul gol Patrice Evra dan gelandang John O'Shea setelah turun minum. Everton tidak dapat menyusul ketertinggalannya.

MU yang terakhir kali memenangi liga tahun 2003, terlihat mendominasi pertandingan di mana kapten kedua tim dipegang oleh keluarga Neville. Gary menjadi kapten MU, dan saudaranya, Phil, menjadi kapten Everton. Manajer Alex Ferguson merasa sangat puas dengan penampilan timnya.

"Ini pertandingan penting bagi kami, dan kami mendapatkan hasil yang bagus. Saya kira, kami akan tetap berada di sini (puncak) karena kami menikmatinya," ujar Ferguson.

Di kandangnya, Bolton berusaha tampil menekan. Tetapi mereka harus menelan kekalahan pahit atas gol yang bermula dari tendangan sudut Frank Lampard, yang disambul Ballack dengan sundulan yang cemerlang.

"Merebut kemenangan dari Manchester dan Bolton adalah hasil yang positif," kata Mourinho. "Kami tidak berada di puncak klasemen seperti yang selalu kami inginkan setiap waktu, tetapi kami menghadapi dua pertandingan yang sulit. Jika kami sampai melakukan kesalahan, maka kami bisa tertinggal enam angka dan menjadi sembilan jika kami kalah di Reebok. Saya pikir, dalam waktu yang tidak lama kami akan berada di puncak klasemen." (rtr,F3-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA