| Jumat, 01 Desember 2006 | SEMARANG |
Pasangan Homoseksual Positif HIVUNGARAN- Pasangan homoseksual dinyatakan positif Human Immunodeficiency Virus (HIV), dalam pemeriksaan di Voluntary Counseling and Testing (VCT) Kabupaten Semarang, akhir bulan ini. Jumlah ini semakin menambah angka penderita HIV yang hingga Oktober mencapai 82 orang. ''Dengan adanya dua orang (pasangan homoseksual) ini, angka penderita HIV menjadi 84 orang,'' kata Kepala Bagian Sosial Setda Drs Haris Pranowo, di kantornya, Kamis (30/11). Dia meyakini fenomena pengidap virus yang menyerang sistem kekebalan manusia (yang pada akhirnya meningkat menjadi AIDS-Red) ini seperti gunung es. Jumlah penderita yang tidak terdeteksi bisa jadi lebih dari data yang dimiliki Komisi Penanggulangan AIDS (KPA). ''Dua orang diperiksa hasilnya semua positif HIV. Ini sangat menyedihkan dan memprihatinkan, karena dalam kurun waktu yang cepat. Saat ini musuh berupa penyakit itu benar-benar di depan mata,'' tegas Haris, didampingi Kasubag Kesejahteraan Sri Lestarie SH. Dia menengarai masih banyak warga dengan risiko tinggi terserang virus ganas tersebut, yang belum bersedia menjalani tes di VCT. Dari jumlah penderita HIV, Intravenous Drugs User (IDU) atau pengguna obat-obatan dan narkotika menduduki peringkat pertama 28,6%. Selanjutnya pasangan IDU (pacar atau istri IDU-Red) 22%, wanita penjaja seksual (13%), dan pelanggan di lokalisasi yang terkena HIV 14%. Kabid Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan, dokter Ani Rahardjo membenarkan, warga risiko tinggi penyakit tersebut cenderung enggan memeriksakan keadaan kesehatannya. Hari AIDS Komitmen penanggulangan HIV/ AIDS, menurut Haris, harus dipikul semua pihak. Sosialisasi kepada semua elemen masyarakat menjadi sebuah keharusan. Haris mengatakan, dalam upaya mencegah virus itu, pihaknya dalam waktu dekat membentuk Pokja Penanggulangan HIV/AIDS di setiap kecamatan. ''Selain itu, membuat Pokja HIV/AIDS di sektor-sektor tertentu seperti LP dan sekolah-sekolah." Pihaknya juga akan merestrukturisasi organisasi KPA berdasar Perpres RI Nomor 75/ 2006 tentang KPA Nasional. ''Bertepatan dengan Hari AIDS Sedunia 1 Desember, kami menyebar 40-an spanduk di setiap kecamatan dan tempat strategis. Spanduk berisi imbauan bahaya beberapa perilaku yang dapat menyebabkan orang terkena HIV/ AIDS,'' ucap Sri. Menurut dia, untuk mengisi Hari AIDS tahun ini, pihaknya bersama sejumlah LSM peduli AIDS mengadakan aneka lomba, termasuk lomba band pada 3 Desember. (H14-16s) |