| Jumat, 01 Desember 2006 | SEMARANG |
Peran Pria Ber-KB Dinilai Masih RendahSUSUKAN- Peran serta kaum pria dalam program KB Kesehatan dinilai masih rendah. Hal ini disebut-sebut sebagai salah satu kendala kebijakan KB era baru di Indonesia, yang mengintegrasikan pelayanan KB ke dalam pelayanan kesehatan reproduksi. ''Selain itu, pengetahuan masyarakat tentang keberadaan akses dalam memperoleh pelayanan KB masih rendah,'' kata Bupati Semarang Bambang Guritno, Kamis (30). Bupati menyampaikan hal itu saat membuka kegiatan Gerak PKK, KB Kesehatan, dan Pencanangan Gerakan Desa/Kelurahan Tuntas Buta Aksara tingkat kabupaten 2006 di Kecamatan Susukan. Dia mengatakan, partisipasi pria menjadi penting dalam KB dan reproduksi. Sebab kaum pria merupakan pasangan dalam bereproduksi. ''Peningkatan peran pria dalam ber-KB juga dalam rangka mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender,'' ujarnya. Didampingi Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial dan KB Suwarno SSos, Kabag Humas Supardjo SH, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Ir Warnadi MM, Bupati menyatakan pria mesti bertanggung jawab secara sosial dan ekonomi. ''Pria memiliki peranan penting dalam memutuskan kontrasepsi yang digunakan istri serta dukungan pada pasangannya, seperti saat melahirkan dan menyusui,'' tutur Bupati. Pemkab Semarang juga membentuk Tim Penjaga Mutu Pelayanan KB yang bertujuan mempertahankan total fertility rate pada posisi 1,69. Kegiatan tersebut juga dimaksudkan menurunkan tingkat pertumbuhan penduduk terutama dari keluarga miskin. Buta Aksara Sejumlah persoalan umum dalam kesehatan yang dihadapi adalah masih kualitas kesehatan penduduk yang rendah. Indikasinya masih tinggi, yaitu angka kematian bayi, angka kematian ibu, meningkatnya prevalensi balita yang menderita gizi buruk, tingginya angka kematian akibat beberapa penyakit menular, dan kecenderungan semakin meningkatnya penyakit tidak menular. Berkait dengan pencanangan desa tuntas buta aksara di kabupaten tersebut, masih ada 10.343 orang (berdasar data BPS). Dari jumlah itu mayoritas adalah perempuan. Dalam kegiatan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Hj Meini Bambang Guritno memberikan bantuan kepada tiga balita penderita gizi buruk dan tiga posyandu terbaik. Sejumlah warga juga mendapat bantuan mesin jahit untuk mengembangkan perekonomian rumah tangga. (H14-16s) |