logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 01 Desember 2006 SEMARANG
Line

Merebak, Ayam Mati akibat Flu Burung

GROBOGAN - Kematian ayam akibat flu burung belakangan ini semakin merebak. Demikian dikatakan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Grobogan dokter hewan H Gembong Murdowo melalui Kabid Kesehatan Hewan dokter hewan Riyanto, kemarin.

Pada 18 November lalu didapati 25 ekor ayam milik Ngadimin, Godong, mati akibat terserang virus avian influenza (AI) atau flu burung. Setelah itu, tepatnya dari 24-29 November, secara berturut-turut ayam buras milik Sugiarto, Parjo, dan Marno di Desa Ngraji, Kecamatan Purwodadi, 84 ekor, mati terserang virus tersebut.

Virus itu diketahui menyerang sejumlah ayam buras itu setelah tim dari Dinas Peternakan dan Kesehatan memeriksanya dengan Rapid Test terhadap beberapa ekor ayam yang mati. Namun tidak ditemukan indikasi bahwa virus itu menyerang manusia.

Meski demikian, pemilik ayam dan tetangga di sekitarnya diminta untuk tetap waspada dan segera memusnahkan semua ayam yang sakit dengan cara membakar kemudian menguburnya.

''Jangan hanya dikubur, karena virus itu tidak akan mati. Virus tersebut mati setelah dibakar,'' kata Gembong. Selain itu, di sekitar tempat kejadian juga langsung diadakan penyemprotan disinfektan secara massal. Tim juga melakukan vaksinasi terhadap puluhan ekor ayam yang masih sehat. Rencananya, awal Desember dinas itu mengadakan penyuluhan tentang pengendalian flu burung, sekaligus pelatihan kader tentang cegah dini di Ngraji.

Puyuh Mati

Pada 21 November dan 23 November lalu, dinas itu juga mendapat laporan bahwa 100 ekor puyuh di Desa Rajek dan 300 ekor di Desa Kemloko, Kecamatan Godong, mati. Namun dari hasil Rapid Test tidak ditemukan indikasi flu burung. Diduga, ratusan puyuh tersebut mati akibat terserang penyakit kolera unggas sehingga peternak hanya dianjurkan untuk menyemprotkan disinfektan, memberikan antibiotik dan vitamin.

Gembong mengingatkan peternak ayam di Grobogan untuk waspada dan terus menjaga kebersihan kandang dan ayam yang diternakkan. Sebab dengan kandang yang bersih, ternaknya akan sulit diserang virus tersebut. Selain itu, ayam-ayam yang diternakkan harus terus-menerus disemprot dengan disinfektan. Bila obat untuk itu habis, peternak diminta mengambil di Dinas Peternakan.

''Bulan November dan seterusnya rawan terhadap serangan flu burung karena virus itu pada umumnya menyerang pada musim pancaroba seperti sekarang ini. Karena itu, peternak harus berhati-hati,'' katanya. (A23-16n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA