logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 01 Desember 2006 SEMARANG
Line

Pasokan Minyak Tanah Masih Mencukupi

  • Dua SPBN Akan Dioperasikan

KENDAL - Kendati sejumlah daerah lain mengalami kelangkaan minyak tanah, kondisi tersebut belum terjadi di Kendal. Hingga kemarin, pasokan minyak tanah di wilayah Kendal untuk kebutuhan masyarakat masih mencukupi.

''Pasokan relatif aman karena belum terlihat antrean warga dalam jumlah besar untuk mencari minyak tanah. Masyarakat juga tidak merasa panik seperti yang terjadi di sejumlah wilayah lain,'' kata Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disperindag) Pemkab FX Edy Prapto Trenggono SH, kemarin.

Sejauh ini, lanjutnya, antrean tersebut hanya sebatas dilakukan konsumen dengan meninggalkan jerigen-jerigen minyak tanah di pangkalan dan pengecer. Kondisi itu terjadi di titik-titik tertentu, misalnya di sekitar perkampungan nelayan.

''Masih cukup banyak warga yang memanfaatkan kayu bakar untuk keperluan memasak. Beberapa dari mereka tidak bergantung pada minyak tanah.''

Dia mengakui, realitas pasokan minyak tanah belum mencukupi kebutuhan konsumen. ''Pasokan minyak ke daerah kami 118.000 liter/hari, sedangkan kebutuhan konsumen 123.000 liter/hari, atau masih kekurangan lebih kurang 5.000 liter/hari. Kondisi itu sudah berjalan satu tahun ini sehingga masyarakat bisa dikatakan memaklumi.''

Lebih lanjut dijelaskan, pasokan minyak di wilayahnya dilayani enam agen. Yaitu di Kendal (1 agen), Boja (1), Sukorejo (2), dan Semarang (2). ''Hingga saat ini, kami memiliki rencana untuk menggelar operasi pasar (OP). Kegiatan itu baru saja dilaksanakan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang dan sesudah Lebaran lalu. OP telah memasok 25.000 liter minyak.''

Dua SPBN

Kendati demikian, apabila terjadi peningkatan permintaan di masyarakat, OP bakal digelar. ''OP pasar kemungkinan akan kembali digelar saat mendekati Natal dan Tahun Baru 2007. Karena kondisi pasokan relatif aman, hingga kemarin harga minyak masih cukup stabil. Kecuali yang dilayani pangkalan induk, minyak yang dijual pangkalan harus mengacu pada harga eceran tertinggi, yaitu, Rp 2.300/liter.''

Dia menuturkan, pasokan minyak tanah yang tersedia di daerahnya diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai dengan tujuannya, misalnya untuk keperluan memasak rumah tangga.

''Dalam waktu dekat, Pemkab akan mengoperasikan dua lokasi stasiun pengisian bahan-bakar nelayan (SPBN). Yakni, di Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari dan Kelurahan Bandengan, Kendal.''

Dua SPBN itu, lanjut dia, akan melayani penjualan solar kepada nelayan. Harga solar Rp 4.300/liter.

''Sejak harga solar naik, hampir seluruh nelayan beralih ke minyak tanah untuk bahan bakar mesin perahunya. Dengan pengoperasian dua SPBN itu diharapkan nelayan kembali beralih ke solar sehingga minyak tanah tidak lagi tersedot nelayan.'' (G15-16n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA