logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 01 Desember 2006 SEMARANG
Line

Simulasi Banjirkanal Barat Meluap

Kesiapan sebelum Kebanjiran

BANJIRKANAL Barat meluap! Kentongan bertalu-talu mengabarkan datangnya air bah, lantaran hujan lebat berjam-jam melanda kawasan Ungaran dan Semarang atas. Banjir bandang datang tak terperkirakan. Maka, warga pun berlarian tak karuan, kesana kemari mencari pertolongan. ''Tolong, toloong! Banjir, banjir!'' teriak mereka melolong.

Atas musibah tak terduga itu, para petugas yang telah bersiaga, sigap mengulurkan bantuan. Dengan sigap, mereka memberikan pertolongan kepada warga yang tinggal di sekitar Sungai Banjirkanal Barat. Sebagian warga segera dievakuasi ke pengungsian, sedangkan yang terluka dibawa ke posko kesehatan yang telah disiapkan.

Eit, tak perlu kaget. Peristiwa ''Banjirkanal meluap'' itu hanyalah adegan awal dari simulasi penanganan bencana, yang digelar Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Kota Semarang di Pantai Marina, Kamis (30/11). Simulasi itu digelar sebagai unjuk kesiapan Satlak PB, yang ditulangpunggungi Badan Kesbang & Linmas Kota Semarang, dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana, terutama banjir.

Sedia Payung

Kegiatan itu melibatkan ratusan orang, yang berasal dari berbagai unsur. Selain Kesbang & Linmas, dilibatkan juga TNI/Polri, Brimob, Search and Rescue (SAR) daerah, PMI, Menwa, dan tenaga kesehatan. Sebagian dari mereka bertindak sebagai petugas penolong, yang lainnya berperan sebagai korban.

Pada simulasi itu, dikerahkan juga sejumlah peralatan untuk menolong warga, mulai dari perahu karet, tandu, serta ambulans. Perahu-perahu karet itu dioperasikan di perairan Marina, yang diumpamakan sebagai luapan Banjirkanal Barat. Tidak lupa, dibangun pula dapur umum lengkap dengan aktivitas memasak, untuk memasok logistik bagi korban banjir dan para sukarelawan penolongnya.

''Semarang itu, harus disadari, kota yang rawan akan rob dan banjir. Karenanya, kita harus selalu waspada dan siap siaga menghadapinya. Dengan simulasi ini berarti ada upaya sedia payung sebelum hujan,'' kata Wakil Wali Kota Mahfudz Ali, yang juga Ketua Satlak PB Kota Semarang, di sela-sela simulasi tersebut.

Dikatakannya, menghadapi musim penghujan ini, Satlak PB Kota Semarang telah bersiap diri. Kesiapan itu diwujudkan dengan posko aduan 24 jam, penyiapan alat, personel, serta anggaran untuk mengantisipasinya.

''Petugas, alat, dan anggaran sudah siap. Anggaran kami siapkan sekitar Rp 2,5 miliar,'' imbuhnya.

Ya, secara umum pelaksanaan simulasi itu cukup memberikan gambaran kesiapan Satlak PB dalam mengantisipasi banjir. Kesigapan para petugas penolong pada simulasi itu terlihat amat meyakinkan. Kalau kesigapan semacam itu bisa diwujudkan ketika musibah datang, semua bisa berharap, jumlah korban akan bisa diminimalkan. (Achiar M Permana-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA