| Jumat, 01 Desember 2006 | BANYUMAS |
Cerdas Cermat PSK Baturraden"Kondom Apa yang Membuat Lemas""REGU A dengan juru bicara Lina. Pendamping kanan Lilis dan pendamping kiri Uca". Perkenalan serupa pun dilanjutkan ke Regu B dan Regu C. Perkenalan itu dilakukan sebagai sebuah kelaziman dalam acara cerdas cermat. Ya.. mereka memang peserta cerdas cermat, tapi mereka tak menyebut sekolah atau nama regu serta asal usulnya seperti lomba cerdas cermat yang biasa kita saksikan. Mereka adalah peserta cerdas cermat yang digelar dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia Tahun 2006 yang dilaksanakan di aula Satria Baturraden. Tanpa memperkenalkan diri, hadirin yang menyaksikan adu ketangkasan itu sudah tahu kalau pesertanya adalah para wanita penjaja seks komersial (PSK) yang tinggal di Gang Sadar Baturraden. Sebab, cerdas cermat yang diselenggarakan berbagai LSM peduli HIV/AIDS itu memang diperuntukkan bagi para PSK di Baturraden. Nama yang dikenalkan pun nama beken mereka sebagai PSK, bukan nama sesuai dengan KTP. Cerdas cermat yang dikemas panitia itu pun tidak dibuat formal. Suasananya dibuat "sersan" alias serius tapi santai. Agar suasana tidak tegang, kelompok parodi Unsoed Bintang Tamu Yang Paling Terkenal (BTYPT) diundang sebagai juri. Pertanyaan yang diajukan juri kepada peserta adalah seputar penyakit HIV/AIDS dan penangulangannya. Namun pertanyaan disampaikan dalam bahasa yang lugas, lucu, dan mudah dimengerti. "Agar tidak tertular HIV /AIDS, saat berhubungan seks menggunakan apa?" tanya juri kepada peserta dalam sesi pertanyaan rebutan. Regu A langsung mengetuk kenong dan menjawab, "Kondom". "Betul. Nilai seratus," seru pemandu. Penuh Ger-geran Namun ketika pertanyaan dilanjutkan, "Kondom apa yang membuat lemas?" Tiga regu yang menjadi peserta hanya bengong. Mereka tak ada yang bisa menjawab. Beberapa penonton yang sebagian juga PSK di Gang Sadar, bisik-bisik. "Kondom apa ya.. Yang dipakai kalau... adalah kondom Durex, Simplek, atau Dualima," bisik seorang PSK di bangku belakang. Karena tak ada yang menjawab, juri menjawab sendiri "Kondom yang membuat lemas adalah kon dondomi klambi (disuruh menjahit baju dengan tangan)." Peserta dan penonton pun ger-geran. Menurut Ketua Panitia Lomba Ajat Fachrojat, misi cerdas cermat adalah menyampaikan pesan atau kampanye penanggulangan AIDS yang diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari AIDS Sedunia 2006. "Para PSK itu diuji pengetahuannya dengan berbagai pertanyaan seputar penyakit HIV/AIDS. Metodenya dilakukan serius tapi santai. Peserta yang berasal dari penghuni Gang Sadar ternyata sudah paham tentang bahaya HIV /AIDS dan bagaimana cara penyebaran serta upaya pencegahannya," jelasnya. Peserta cerdas cermat, Lilis dan Luna misalnya mengaku tak perlu melakukan persiapan atau belajar lebih dahulu untuk menjadi peserta cerdas cermat. "Saya diminta papi saya untuk ikut. Tak ada persiapan apalagi belajar. Nggak ada waktu karena malamnya mesti cari duit," tutur Luna. Pengetahuan soal HIV /AIDS itu diperolehnya melalui berbagai ceramah yang sering ditujukan kepada komunitas PSK di Baturraden oleh berbagai lembaga peduli HIV /AIDS. Ajat menambahkan, meski sebagian besar PSK sudah banyak yang tahu tentang bahaya HIV/AIDS, kampanye tentang penanggulangan HIV/AIDS terus dilakukan. Namun dari sekitar 80 orang yang diundang, hanya separo saja yang bisa hadir. (Sigit Oediarto-55n) |