logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 01 Desember 2006 BANYUMAS
Line

Paksa Hubungan Intim, Tukang Becak Ditangkap

PURWOKERTO - Memaksa berhubungan intim dengan menodongkan pisau kepada penjual rames, Andrianto (30), tukang becak asal Penican, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga, kemarin diperiksa penyidik Polres Banyumas.

Penodongan itu terjadi Rabu (29/11) malam. Saat itu pelaku mendatangi Parni (41), pedagang nasi rames di Jl Suprapto, sebelah utara perempatan Srimaya Purwokerto. Antara pelaku dan korban sebenarnya sudah saling kenal sekitar setahun sebelumnya. Andrianto rupanya menaruh hati kepada korban yang berasal dari Karangkobar, Banjarnegara yang berstatus janda itu.

Sebelum kejadian, pelaku datang ke tempat jualan Parni. Pria itu meminta dibuatkan minuman kopi. Setelah dibuatkan, pelaku meminta korban menutup dagangannya karena ingin berhubungan intim. Namun malam itu korban menolak ajakan pelaku karena baru saja buka dan ramesnya belum laku.

"Saat saya menolak untuk melayani hubungan intim, dia marah dan menodongkan pisau. Dia sudah tiga kali menodong pisau kepada saya. Saya sebenarnya tak begitu suka sama dia, tapi dia sering maksa. Kadang dia datang ke tempat kos saya," tutur Parni yang kos di Kecamatan Purwokerto Timur itu.

Tak suka mendapat tekanan terus menerus, penjual rames itu pada Rabu malam setelah ditodong dengan pisau memberanikan diri melapor kepada polisi. Kebetulan tempatnya berjualan hanya berjarak sekitar 100 meter dari pos polisi lalu lintas di perempatan Srimaya.

Kasat Reskrim AKP Widada melalui Kepala Unit Reserse Ekonomi Iptu Sus Iriyanto kemarin menjelaskan, pelaku dijerat dengan Pasal 335 K,UHP yakni tentang perbuatan tidak menyenangkan. (G23-55n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA