| Jumat, 01 Desember 2006 | BANYUMAS |
Lagi, 100 Buruh PT Boyang KesurupanPURBALINGGA - Sekitar 100 buruh wanita PT Boyang Industrial di Kelurahan Kandanggampang, Kecamatan Kota Purbalingga kembali kesurupan, Kamis (30/11). Sehari sebelumnya, 36 buruh di pabrik itu juga mengalami hal serupa. Anehnya, mereka kesurupan justru setelah manajemen perusahaan yang mengekspor rambut palsu itu mendatangkan sejumlah kiai dan tokoh kejawen. Sembilan kiai dan tokoh kejawen itu memang didatangkan untuk menetralkan suasana pabrik yang sehari sebelumnya dicekam ketakutan karena banyak buruh yang kesurupan. Agar hal itu tidak terulang lagi, perusahaan penanaman modal asing (PMA) milik warga negara Korea itu memanggil mereka untuk memimpin doa bersama dan mengusir makhluk gaib yang masih berada di kompleks pabrik. Menurut seorang staf yang tidak mau disebut namanya, pagi itu kesembilan kiai dan tokoh kejawen memimpin doa di depan semua buruh. Saat itu tidak terjadi apa-apa. Sebagian tokoh kejawen kemudian memercikkan air yang sudah diberi bacaan tertentu ke beberapa sudut pabrik. Suasana saat itu cukup tegang. "Mungkin tujuannya untuk membentengi pabrik agar tidak diganggu makhluk halus. Setelah itu, semua buruh masuk ke ruang kerja masing-masing. Di setiap ruangan, mereka kembali melakukan doa bersama yang dipimpin oleh kiai. Begitu selesai berdoa, tiba-tiba satu per satu buruh itu kesurupan, berteriak-teriak dengan mata melotot," katanya. Mengagetkan Kiai Keadaan itu mengagetkan para kiai yang baru saja memimpin doa. Sebagian buruh pun ketakutan melihat teman-temannya tiba-tiba jatuh lemas dan kejang-kejang. Bahkan mereka ikut-ikutan menjerit begitu melihat teman di ruangannya kesurupan. Selanjutnya buruh yang kesurupan segera dibawa ke ruang pengobatan untuk disadarkan. Mereka yang bisa ditangani saat itu langsung disuruh pulang, sedangkan yang tidak bisa ditangani saat itu juga, dilarikan ke RSU Harapan Ibu. Mereka langsung masuk ruang IGD. "Buruh yang kesurupan hari ini (kemarin-Red) lebih banyak dari hari sebelumnya. Yang kesurupan sekitar 100 orang," kata Kaur Binops Satreskrim Polres Purbalingga Iptu Senentyo. Fitri, salah seorang buruh yang dirawat di RSU Harapan Ibu mengaku tidak melihat penampakan apa pun. Ketika sedang menjahit, tiba-tiba dia merasa pundaknya yang sebelah kanan terasa sangat berat, seperti ada yang menekan dari atas. Selain itu, tangan kirinya juga terasa pegal-pegal. Setelah itu, dia tidak ingat apa-apa. Berbeda dari kejadian sehari sebelumnya, dalam peristiwa pada hari kedua itu pintu gerbang ditutup. Tidak ada satu pun wartawan yang diizinkan masuk sehingga mereka tidak bisa mengambil gambar, apalagi mewawancarai pimpinan perusahaan. (F10-55n) |