| Sabtu, 25 Nopember 2006 | SALA |
Dipermasalahkan, Para Camat Jadi Penari LatarKARANGANYAR- Fraksi PKS mempermasalahkan kepergian para camat mendampingi Bupati Hj Rina Iriani selama tiga hari ke Jakarta,pekan lalu. Apalagi mereka hanya bertindak sebagai penari latar saat Bupati Rina menyanyi, dalam pentas tari poco-poco diiringi musik lesung di Kantor Depdagri, Jakarta. Ketua Fraksi PKS DPRD Karanganyar, Rochadi Widodo sebenarnya tidak mempersoalkan pentas musik lesung di Jakarta. Hanya, penari latar tidak perlu para camat. Pasalnya, kepergian para perangkat jelas mengganggu pelayanan publik di tingkat kecamatan. ''Masa camat-camat pergi ke Jakarta hanya untuk menjadi penari latar ketika Bupati menyanyi? Apa tidak ada orang lain? Keberadaan para camat lebih dibutuhkan di wilayahnya guna memberikan pelayanan publik sebaik mungkin,'' ujar anggota Komisi A DPRD tersebut. Pelayanan Lamban Rochadi mengemukakan, sekarang ini masih banyak keluhan masyarakat akibat kelambanan pelayanan di kecamatan. Dia mencontohkan, pengurusan kartu tanda penduduk (KTP) nasional yang mestinya selesai dalam sehari terpaksa molor hingga beberapa hari. Hal itu terjadi karena para camat yang seharusnya menandatangani langsung KTP itu tidak ada di tempat. ''Itu baru KTP, belum masalah lain.'' Rochadi mengaku cukup lega, saat ini Bupati sudah mengurangi mengikutsertakan para stafnya saat berkeliling atau mengadakan kunjungan kerja ke sejumlah daerah. Hal itu pun dilakukan setelah Bupati mendapat sorotan dari DPRD dan LSM. Pasalnya, begitu banyak pejabat yang ikut dalam perjalanan dinas Bupati membengkakan biaya di setiap satuan kerja (satker). Bupati Hj Rina Iriani belum bisa diminta konfirmasi. Sebab, yang bersangkutan kini masih berada di Korea Selatan dalam rangka perjalanan dinas. Demikian pula dengan ketua paguyuban camat se-Karanganyar.(G8-50s) |