| Sabtu, 25 Nopember 2006 | PANTURA |
Kawasan Selatan Digagas Jadi Pusat Pendidikan AgamaPEKALONGAN- Kawasan bagian selatan wilayah Kota Pekalongan seperti Kecamatan Pekalongan Selatan akan dikembangkan menjadi pusat pendidikan berbasis agama. Selain itu, daerah tersebut juga akan dikembangkan menjadi sentra perekonomian. Tidak lama lagi, di kawasan selatan juga dibangun 1.000 rumah, sehingga diyakini perkembangan daerah itu akan cepat maju. Demikian ditegaskan Wali Kota Pekalongan HM Basyir Ahmad, pada acara peletakan batu pertama Pondok Pesantren Modern Alquran Buaran dan Masjid Umi Solechah Djunaid. Menurut dia, dengan tumbuh dan berkembangnya sarana pendidikan berbasis agama dan tempat ibadah, diharapkan berpengaruh pada pertumbuhan pendidikan dan perekonomian di daerah setempat untuk kesejahteraan masyarakat. "Sekarang pertumbuhan ekonomi sudah berjalan dengan kemunculan pasar tiban," ujarnya. Basyir mengatakan, meski sebelumnya kawasan bagian selatan tampak kurang cepat laju pertumbuhannya, diyakini tidak lama lagi menjadi pesat seiring berdirinya berbagai bangunan di daerah setempat. "Karena itu, kawasan selatan akan segera menjadi pusat pengembangan usaha dan ilmu berbasis agama. Santri bisa mendapatkan ilmu bermanfaat dan mandiri, serta tidak tergantung pada orang lain. Jadi, saya sangat mendukung pembangunan pondok dan masjid ini," tandas Basyir. Ustad H Kholiq Yahya, sekretaris Pengurus Pondok Modern Alquran Buaran mengatakan, pembangunan masjid dan pondok akan menempati lahan seluas 1,5 ha. Masjid yang akan dibangun berukuran 18 x 15 meter. Biaya untuk rumah ibadah ini yang diperkirakan tidak kurang dari Rp 500 juta akan dibiayai oleh H Zaky Arslan Djunaid. Sementara, pondok akan dibangun dengan dana Rp 5 miliar dengan waktu pembangunan antara satu-tiga tahun. (A15-52s) |