| Sabtu, 25 Nopember 2006 | SEMARANG |
Tugas Tim Cangkok Hati Belum SelesaiUlung Akhirnya Diizinkan PulangSEMARANG - Karena kesehatan Ulung Hara Hutama terus menunjukkan perkembangan positif, tim dokter akhirnya mengizinkan bayi berusia 15 bulan itu pulang Jumat (24/11), setelah 55 hari dirawat di RSUP Dr Kariadi (RSDK). Kepulangan bocah yang menjalani operasi cangkok hati itu, sebelumnya tertunda karena mengalami radang paru. ''Namun keadaannya saat ini semakin baik. Fungsi hati pun sudah normal 100%,'' kata Scientific Committee Tim Cangkok Hati RSDK, Prof Dr dokter Ag Soemantri SpA(K), pada jumpa pers setelah kepulangan Ulung. Dia menyatakan tugas tim dokter sudah selesai. Namun, pengawasan terhadap kondisi kesehatan Ulung, lanjut Soemantri, tetap dilakukan. ''Dia wajib kontrol kesehatan sekali dalam seminggu.'' Soemantri didampingi Dirut RSDK dokter Budi Riyanto SpPD dan salah satu angota tim cangkok hati dokter Budi Santoso mengatakan, lamanya waktu kontrol tergantung pada kondisi pasien. Budi Santoso menuturkan, setidaknya selama dua tahun mendatang, Ulung tetap akan mendapatkan perhatian dan pantauan intensif. Budi Riyanto sudah mempersiapkan dokter-dokter akan memantau perkembangan Ulung kelak beranjak dewasa. Kendati fungsi hatinya sudah normal, lanjut Soemantri, ada hal-hal tertentu yang perlu diperhatikan oleh orang tua Ulung. Misalnya, cara memberi makanan dan minuman yang harus hati-hati. "Untuk menghindari kekeliruan terhadap perawatan yang dilakukan, tim dokter sudah memberi arahan. Bahkan arahan itu direkam dalam bentuk CD,'' papar dia. Libatkan Ahli Gizi Asupan makanan, ungkap dokter spesialis anak itu, juga menjadi hal tak kalah penting. Tidak harus selalu berupa makanan yang mahal, tetapi yang terpenting adalah kandungan gizinya. Karena itu, asupan makanan yang diberikan kepada Ulung harus dikonsultasikan dengan ahli gizi. Ulung akan melakukan kontrol di Klinik Hepatobilier-Pankreas yang ada di RSDK. Klinik yang melayani segala permasalahan penyakit hati itu, dipimpin Budi Santoso. Untuk sementara waktu hanya buka setiap Kamis. ''Klinik itu sebenarnya sudah dibuka beberapa waktu silam. Namun sekarang, pelayanannya lebih disempurnakan dan dioptimalkan,'' ungkap Soemantri. Bahkan, sudah banyak pasien yang mendaftar di klinik tersebut untuk mendapatkan penanganan melalui operasi cangkok hati. Kendati daftar tunggunya cukup banyak, lanjutnya, tim dokter belum dapat memutuskan berapa pasien yang benar-benar membutuhkan cangkok hati. Pasalnya, tidak semua penyakit yang berkaitan dengan hati bisa ditangani dengan transplantasi. "Apalagi, mencari donor hati bukan suatu hal yang mudah,'' tandasnya. Seperti pernah diberitakan, kelainan hati yang diderita Ulung membuatnya harus menjalani operasi cangkok hati. Cangkok tersebut diambil dari sebagian hati milik ibunya, Lisa Olivia. Operasi tersebut berlangsung selama 12 jam dan melibatkan dokter dari Singapura. (H11,H31,H13-56d) |