logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 25 Nopember 2006 SEMARANG
Line

Pedagang Bingung Cari Tempat Pindah

  • Di-deadline 4 Desember

AMBARAWA - Sejumlah pedagang yang menempati delapan kios di utara Lapangan Turangga Ceta hingga kemarin masih kebingungan mencari tempat pindah usaha. Mereka di-deadline mengosongkan kios-kios tersebut pada 4 Desember.

''Kami belum tahu akan pindah ke mana. Kalau tempat sih banyak, tapi harga sewanya sangat tinggi. Sementara kami masih memiliki utang di bank,'' kata Sugiyanto (50), yang 25 tahun membuka usaha di atas lahan (yang disebut-sebut) milik TNI AD itu.

Dia berharap Kodam IV dapat memperbarui kebijakannya itu. Pasalnya, belum lama ini dia meminjam modal di bank dan belum lunas pembayarannya. Uang Rp 10 juta hasil pinjaman bank dia gunakan untuk memperbaiki kios semipermanen itu.

''Istri saya jatuh sakit mendengar kabar rencana penggusuran kios ini. Sebab, selama puluhan tahun kami menggantungkan hidup di sini,'' ucap pria yang membuka usaha dagang spare part motor dan bengkel itu.

Batas waktu pengosongan 4 Desember, menurut Zaenal Maarif (42), pengelola kios pangkas rambut, berdasarkan pertemuan antara pedagang dengan Kazi Dam IV pada Selasa (21/11).

''Saya akan berkemas-kemas sehari sebelum 3 Desember. Kalau saya mungkin ada rencana pindah, tetapi yang paling penting sebenarnya perubahan kebijakan,'' terang dia.

Belum Tahu

Seperti diketahui, perintah pengosongan kios awalnya melalui surat Zeni Bangunan (Zibang) 03/IV bertanggal 17 November. Perintah tersebut bertepatan dengan akan dilaksanakannya upacara nasional Hari Juang Kartika pada 16 Desember.

Rencananya Presiden SBY akan hadir selaku inspektur upacara (irup) di Lapangan Turangga Ceta (akan berubah menjadi Lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman) Ambarawa.

Dalam kesempatan itu Presiden juga direncanakan meresmikan patung Jenderal Sudirman dan lapangan baru tersebut.

Kapendam IV/ Diponegoro saat dikonfirmasi meminta wartawan agar menghubungi Komandan Kodim (Dandim) 0714 di Salatiga.

Secara terpisah, Dandim 0714 Letkol Agus Subiyakto mengatakan pihaknya belum mengetahui deadline pengosongan tersebut.

''Saya belum tahu karena tidak ikut rapat. Nanti akan saya koordinasikan, sebab hal itu kewenangan Kazi Dam IV. Hari ini saya masih di Jakarta,'' jelas Dandim, kemarin.

Ketua Komisi A DPRD dokter Anis Supriyadi menjelaskan, mestinya kebijakan TNI AD lebih arif, misalnya dengan meminta pengelola kios membersihkan kios mereka dengan warna cat yang sama menjelang upacara nasional.

''Sejarah mencatat Jenderal Sudirman sangat dekat dengan rakyat. Jadi, lapangan dengan nama beliau mestinya juga merakyat,'' tuturnya. (H14-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA