logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 25 Nopember 2006 SEMARANG
Line

Pemilik Puyuh Tolak Pemusnahan

DEMAK - Subdin Peternakan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Kota Wali kembali menemukan ribuan burung puyuh yang positif terjangkit avian influenza (AI) milik tiga peternak di Desa Kebonagung, Kamis (23/11). Para peternak keberatan jika unggasnya dimusnahkan, kendati dijanjikan mendapat ganti Rp 10.000 per ekor.

Yang menolak adalah Sunarto (42), Pujianto (48), dan Abdul Fatah (51), ketiganya warga Dusun Sekarpetak, Desa Kebonagung. Sunarto memiliki 2.500 ekor burung puyuh, Pujianto 2.000 ekor, dan Abdul Fatah 1.000 ekor.

Mereka menolak karena melihat sebagian besar unggas itu sehat. Padahal sejak Rabu lalu, puluhan di antaranya ditemukan mati mendadak. Petugas peternakan yang mendatangi lokasi melakukan uji cepat (rapid test). Hal itu dilakukan dokter hewan Sudaryanti terhadap beberapa burung yang sakit. Hasilnya menunjukkan, unggas-unggas itu positif terkena.

Kepada Sudaryanti, para peternak menyampaikan keberatan jika dimusnahkan secara massal. Mereka meminta waktu untuk mengisolasi piaraannya yang sakit. Terhadap unggas yang masih sehat, akan diberi tambahan vitamin. Mereka juga berjanji tidak menjualnya ke pasar.

Sudaryanti yang juga Kasi Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Demak tetap menyarankan agar dimusnahkan. Apabila memilih dimusnahkan, untuk setiap ekor unggas diganti Rp 10.000. Padahal, harga jual unggas di pasaran hanya Rp 2.000 per ekor.

Pada waktu bersamaan, petugas Dinas Peternakan melakukan vaksinasi massal di Kebonagung, Dempet, dan Guntur. Kegiatan yang didukung UNICEF itu berlangsung empat hari. (H1-18j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA