| Sabtu, 25 Nopember 2006 | SEMARANG |
Indofood Biayai Riset Kalangan AkademisiSEMARANG - PT Indofood Sukses Makmur Tbk melakukan relaunching program Indofood Riset Nugraha (IRN). Program itu merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial di bidang pendidikan, khususnya bidang penelitian yang dilakukan kalangan akademisi. "Melalui program itu, Indofood memberikan bantuan dana penelitian baik kepada mahasiswa maupun dosen berbagai strata dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Karena itu, disediakan dana sekitar Rp 1 miliar per tahun," kata Branch Personnel Manager PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Noodle Cabang Semarang, Bezaliel Pakke, Jumat (24/11), dalam sosialisasi program ini di Unika Soegijapranata. Bezaliel menjelaskan, setiap tahun tema yang diangkat berbeda. Hal itu disesuaikan dengan kondisi dan isu aktual yang terjadi di masyarakat. Kali ini temanya "Penganekaragaman Pangan Berbasis Tujuh Komoditas untuk Mengatasi Rawan Pangan dan Perbaikan Gizi". "Tujuh komoditas itu meliputi gandum, pisang, singkong, sagu, jagung, kelapa sawit, dan ubi jalar," ujarnya. Ratusan Proposal Tiap tahun, lebih dari 300 proposal dikirimkan ke sekretariat panitia. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, dari jumlah tersebut, proposal yang lolos seleksi sekitar 30%. Dari yang lolos seleksi, 30% berasal dari Jateng dan DIY. "Untuk membiayai seluruh proposal yang lolos seleksi itu menggunakan 80% dari dana yang tersedia," kata dia. Biaya penelitian yang pernah diberikan, lebih lanjut Bezaliel menjelaskan, sebesar Rp 50 juta dan terendah Rp 5 juta. Ke depan akan melibatkan pakar yang berasal dari berbagai perguruan tinggi, baik yang memiliki reputasi nasional maupun internasional. "Mereka akan melakukan seleksi secara ketat untuk menentukan siapa saja yang akan dibiayai," ungkapnya. Para penerima, kata dia, tidak hanya mendapat bantuan dana, tetapi juga memiliki kewajiban untuk mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya lewat presentasi di depan tim penilai dalam audit IRN. (H31-18d) |