| Sabtu, 25 Nopember 2006 | SEMARANG |
Masuk Ruang Kelas Tak Menunduk LagiADA kabar gembira terkait dengan dunia pendidikan di wilayah Semarang Utara. Bangunan SD dan SMP Barunawati yang berlokasi di Jl Usman Janatin telah direnovasi. Selain itu, satu paket gedung TK Barunawati juga usai dibangun. Sekolah tersebut kini menjadi nyaman. Halaman yang semula selalu tergenang rob, kini tidak lagi karena sudah ditinggikan. Atap yang tingginya dulu hanya satu meter, kini juga ditinggikan. Bahkan bahan bakunya yang semula asbes, diganti genteng. Murid-murid pun kini senang dan kerasan. Mereka tidak perlu menunduk lagi saat memasuki kelas. Para siswa tidak lagi ditemani lumpur, genangan rob, atau air limbah rumah tangga. ''Sekarang sekolah kami enak, lantai kelas tidak lembab, malah ditegel. Halaman sekolah pun bisa untuk bermain. Kalau dulu, saat laut pasang, halaman sekolah pasti kebanjiran dan menjadi kubangan. Saya jadi malas sekolah,'' ujar Tri, seorang siswi SMP Barunawati. Proses pembangunan TK dan renovasi bangunan SD serta SMP Barunawati tidak lepas dari campur tangan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia III Surabaya. Melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), PT itu mengucurkan dana Rp 300 juta. Dana itu semakin berarti karena didukung pemerintah, berupa bantuan dari Gubernur dan Depdiknas. Usai renovasi dan pembangunan, gedung diresmikan Ketua Yayasan Sekar Laut Koordinator III Nani Suprihat, Jumat (24/11). Acara itu disaksikan Direktur Keuangan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia III Pusat Wahyu Suparyono, GM PT Pelabuhan Cabang Semarang Achmad Baroto, dan GM TPKS Udaranto. Bagian Keuntungan Wahyu mengemukakan, dana yang dialokasikan untuk perbaikan dan pembangunan sekolah itu merupakan bagian dari keuntungan PT Pelabuhan Indonesia. Realisasinya, 2 persen dari keuntungan itu disalurkan lewat Program Kemitraan dan Bina Lingkungan. ''Bantuan sosial itu bersifat hibah dan khusus untuk perbaikan fisik. Tidak hanya sekolah, tempat-tempat ibadah di dalam dan di luar lingkungan pelabuhan juga bisa. Khusus untuk Sekolah Barunawati, bantuannya Rp 300 juta,'' ungkap dia. Seorang pengurus Yayasan Sekar Laut Koordinator III Susi Wahyu Suparyono, sangat senang dengan rampungnya proyek tersebut. Sebab pemandangan kompleks TK, SD, dan SMP Barunawati kini jauh berbeda dari tahun lalu. ''Sepertinya kok mimpi. Ketika saya pertama kali datang ke sini, rasanya bingung mau membangun dari mana. Sebab semua rusak parah,'' ujar dia sembari menitikkan air mata. Ketua Yayasan Sekar Laut Perwakilan Semarang II Heni Udaranto menambahkan, dulu semua yang akan memasuki sekolah harus "sopan", tetapi kini tidak lagi. Harapan semua guru juga sudah terpenuhi. Dia pun berencana menggandeng rekanan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung Emas Semarang untuk memikirkan masa depan sekolah tersebut. Selanjutnya, akan dibuat masterplan agar pengembangan sekolah menjadi lebih terencana. (Karyadi-18m) |