| Sabtu, 25 Nopember 2006 | SEMARANG |
Pemkot-Suara Merdeka Siapkan 177 Papan BacaBALAI KOTA - Pemkot dan Suara Merdeka Group meneken kerja sama untuk peningkatan minat baca di Kota Semarang. Bentuk kerja sama itu berupa penyediaan papan baca di 177 kelurahan se-Kota Semarang. Setiap pagi, di papan itu akan ditempelkan koran Suara Merdeka, dan sore harinya diganti dengan Wawasan. ''Kerja sama ini merupakan realisasi gagasan lama dalam kaitannya dengan peningkatan minat baca,'' kata Kukrit Suryo Wicaksono Managing Director Suara Merdeka Group, pada penandatanganan memorandum of understanding (MoU) di Ruang Lokakrida Gedung Moch Ichsan lantai VIII Balai Kota, Jumat (24/11). Penandatangan itu dilakukan oleh Kukrit dan Wakil Wali Kota Mahfudz Ali, disaksikan Kepala Bagian Pemerintahan Kelurahan Setda Kota Sri Martini dan Redaktur Senior Wawasan Jayanto Arus Adi. Dari Pemkot hadir Sekda Soemarmo HS, para kepala komponen, 16 camat, dan 177 lurah. Hadir pula Pemred Suara Merdeka Sasongko Tedjo, Wapemred Hendro Basuki dan Amir Machmud NS, Manajer Sirkulasi Bambang Chadar, Manajer Riset dan Pengembangan Sudadi, Asisten Manajer Iklan Bambang Pulungguno, dan Pemred Wawasan Sriyanto Saputro. Kukrit menyampaikan, Suara Merdeka berkomitmen sebagai public relations (PR) yang memberitakan kemajuan dan pembangunan di Jateng, khususnya di Kota Semarang. ''Kami siap mem-PR-kan kemajuan Kota Semarang sehingga bisa diketahui seluruh elemen,'' tutur dia. Terbiasa Membaca Dengan kerja sama itu, dia berharap warga Semarang kian terbiasa dengan berita dan informasi. Sebagai timbal baliknya, mereka bisa menyampaikan kritik atas pemberitaan yang disampaikan. Sekiranya ada pemberitaan di Suara Merdeka yang kurang pas, kurang menggigit, atau dipandang salah, warga bisa menyampaikannya untuk perbaikan. ''Panjenengan semua adalah 'pemegang saham' terbesar kami. Mohon disampaikan langsung masukan dan kritik itu sehingga kami bisa hadir seperti yang Anda harapkan, seperti yang Anda inginkan,'' tandasnya. Wakil Wali Kota Mahfudz Ali berharap, membaca bisa menjadi kultur masyarakat Semarang. Dengan pembuatan papan baca di seluruh kelurahan, masyarakat dipacu untuk membaca perkembangan zaman, tidak saja tentang informasi di Semarang, tetapi juga dari daerah lain di Jateng, Indonesia, bahkan dari luar negeri. ''Dengan begitu, wawasan warga akan semakin berkembang dan pada gilirannya berdampak positif terhadap partisipasi mereka dalam pembangunan,'' harap Mahfudz. (H9-18n) |