logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 25 Nopember 2006 SEMARANG
Line

Sebulan Air PDAM Macet

SEMARANG - Aliran air PDAM di kawasan Jalan Erlangga sejak sebulan terakhir ini macet. Untuk mencukupi keperluan sehari-hari, sebagian warga membeli air dari pedagang keliling. Sebagian yang lain memanfaatkan air dari sumur bor.

Menurut Widya Widjajanti, warga Jalan Erlangga, pihaknya telah menyampaikan apa yang mereka alami tersebut kepada PDAM. Namun, hingga kini belum ada penanganan. Air ledeng tetap macet. ''Petugas lapangan PDAM bernama Budi mengatakan, masih melakukan penanganan. Akan tetapi sampai kapan?

Kami sebagai pelanggan berhak mempertanyakan dan mendapatkan kepastian itu,'' ujar Widya, kemarin.

Selama air PDAM macet, dia terpaksa membeli air jerigen dari pedagang keliling. Untuk itu, dia harus mengeluarkan biaya tambahan. Setiap hari, keluarga Widya membutuhkan air 12 jerigen. Jika harga air satu jerigen Rp 1.000, biaya tambahan yang harus dikeluarkan setiap hari Rp 12.000. ''Selama satu bulan, berarti sudah keluar biaya Rp 360.000. Kalau ini berlangsung terus akan membebani warga,'' ungkapnya.

Dari seorang rekan yang pernah melakukan pengukuran, Widya memperoleh informasi, debit air PDAM di kawasan Simpanglima masih cukup tinggi. Jadi, sangat mengherankan jika kawasan Jalan Erlangga yang berjarak dekat tidak teraliri air. ''Ini mengherankan. Sebagai pelanggan, saya berharap, air PDAM di kawasan Jalan Erlangga kembali lancar. Dalam persoalan ini, saya sudah menyampaikan keluhan kepada LP2K,'' ungkap Widya.

Humas PDAM Kota Semarang Lilik Indarto mengatakan, pihaknya hingga kemarin masih mengecek penyebab kemacetan saluran air di wilayah Erlangga. Dugaan sementara, karena saluran air tersebut tersumbat. ''Banyak pipa di wilayah itu dalam kondisi tua. Besar kemungkinan, saluran itu tersumbat sehingga mengakibatkan aliran macet,'' ucap dia.

Untuk itu, pihaknya meminta warga bersabar. Pengecekan PDAM memakan waktu lama karena dilakukan secara konvensional. ''Untuk mencari saluran tersumbat, kami urutkan satu per satu. Jika sudah ditemukan, pipa yang tersumbat kami ganti dengan yang baru.'' (H6, dky-56j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA