logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 25 Nopember 2006 SEMARANG
Line

LIPUTAN SALATIGA

Pelaku Utama Mengarah pada Joko

SALATIGA - Dari hasil penyidikan yang dilakukan Polres Salatiga, pelaku utama bisnis penyertaan modal mencapai miliaran rupiah dengan korban ratusan orang, mengarah kepada Joko Mintarto (43), suami Erni Ida Roswati (42). Sebab, dia dianggap banyak berperan dalam usaha tersebut, terlebih lagi Joko merupakan karyawan Badan Kredit Kecamatan (BKK) Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Salatiga AKBP Rahardjo SH melalui Kasat Reskrim AKP Pratomo, kemarin. Menurut Pratomo, indikasi tersebut dikuatkan pula dengan latar belakang Erni yang tidak memiliki kemampuan dalam manajemen keuangan.

''Tidak mungkin Joko tidak tahu pengelolaan keuangan bisnis penyertaan modal itu berdasarkan pengakuannya selama ini. Sebab dia merupakan orang BKK, yang setiap hari bekerja dalam bisnis keuangan,'' katanya.

Dari hasil penyelidikan, pada beberapa kesempatan Joko ikut mempresentasikan bisnis penyertaan modal tersebut kepada sejumlah perkumpulan atau jemaat saat kebaktian. Cara tersebut membuat calon nasabah tergiur mengikuti bisnisnya. Apalagi dengan iming-iming bunga yang tinggi.

Karena itu, petugas meminta Joko memberi keterangan yang jujur, sehingga tidak mempersulit proses penyidikan. Bila Joko kooperatif kepada petugas, diharapkan nanti menjadi pertimbangan hakim dalam meringankan hukuman di persidangan. ''Saya telah menyampaikan hal itu kepada pengacara Joko Mintarto agar kliennya jujur dan tidak mempersulit penyelidikan.''

Dikatakan, jika merunut permainan bisnis itu, kata Pratomo, kemungkinan besar Erni dalam bisnis ini hanya sebagai boneka. Sementara kaburnya Erni memang sudah diatur sisi gelap bisnis penyertaan modal yang dikelola bersama itu tidak dapat dibongkar. Meski pelaku utama mengarah kepada Joko, Polres Salatiga masih terus melakukan pengejaran terhadap Erni.

Sementara itu, jumlah pelapor dan korban hingga kemarin mencapai 230 orang, dengan nilai kerugian yang dialami korbannya berdasarkan data laporan itu mencapai Rp 15,1 miliar.

Polres Salatiga juga masih melacak keberadaan Erni dan aset yang selama ini didanai dari modal korbannya. Polisi telah memastikan bahwa beberapa hari ke depan ada tambahan mobil dan aset lain yang bakal disita. (H2-18d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA