| Sabtu, 25 Nopember 2006 | SEMARANG |
Cakrawala Diteror Bom Molotov
SEMARANG - Ratusan warga Perumahan Cakrawala, tepatnya di Jl Cakrawala Utara III, usai shalat jumat pukul 13.15, dikejutkan oleh bunyi ledakan keras yang diduga berasal dari bom molotov di rumah nomor 26. Ledakan itu juga menghancurkan kaca depan rumah keluarga Darwin (73). Bahkan, kobaran api menjilat teras dan sekitarnya. Sebuah kursi sofa yang berada di tempat itu pun terbakar. ''Saya bersama anak-anak langsung menyiramnya dengan air,'' tutur Darwin. Pada umumnya, warga takut jika kejadian itu tidak segera ditangani, bisa meluas dengan bentuk teror yang lain. Sejumlah ibu rumah tangga juga mengaku sangat takut atas kejadian yang belum mereka ketahui latar belakangnya tersebut. Sebab, kejadian seperti itu baru kali pertama di sana. ''Saya ngeri. Kok ada ledakan bom di kampung,'' tutur Asri Hartanti (56) warga yang tinggal di sebelah barat lokasi ledakan. Apalagi selama ini, tidak pernah ada tindak kriminalitas yang menonjol di daerah itu. Dua Orang Salah seorang saksi mata mengatakan, sebelum kejadian, dia mendengar suara sepeda motor yang lewat di depan rumahnya. Tidak lama kemudian, terdengar suara ledakan. Saat dia ke luar rumah, teras rumah tetangganya sudah terbakar. Para pelaku, menurut saksi yang enggan disebutkan namanya itu, memakai jaket hitam berhelm cakil. Mereka berboncengan Yamaha RX King. Setelah beraksi, mereka tancap gas ke arah timur dan menghilang di Jalan Arteri Yos Sudarso. Tri Purwanti (26) yang rumahnya berhadapan dengan rumah korban, mengaku mendengar bunyi sepeda motor yang melintas. Tidak lama kemudian, ia mendengar suara ledakan. Warga sekitar menduga, sasaran bom molotov itu adalah anak korban Edy Yandi (41). Hal itu terkait dengan peristiwa pembacokan yang menimpa istrinya di depan rumah, belum lama ini. Sampai sekarang, motif pembacokan itu belum diketahui. Edy yang dimintai keterangan di Mapolsekta Kalibanteng mengaku, saat kejadian tidak berada di rumah. Yang ada, ayah dan istrinya. Saat itu, mereka sedang menonton televisi. ''Saya tidak tahu apa-apa. Motifnya juga belum jelas. Kalau soal saingan usaha, ya biasa. Namun apa terkait dengan kejadian ini,'' tutur dia. Kapolresta Semarang Barat AKBP Drs Hari Prasojo melalui Kasatreskrim AKP Gandung Sarjito mengatakan, hingga kini kasus masih dalam penyelidikan. Soal ledakan itu berasal dari bom molotov atau bukan, polisi belum bisa memastikannya. Untuk mengungkapkan kasus itu, sebuah pecahan botol, korek api, kaleng plastik cat berbau bensin, dan kursi sofa yang terbakar, diamankan di Mapolsekta. (D12,H13-18m) |