| Sabtu, 25 Nopember 2006 | KEDU & DIY |
Fokpans Minta Hasil Konfercab Ansor DibatalkanKEBUMEN - Belum seminggu Konferensi Cabang (Konfercab) Gerakan Pemuda Ansor Kebumen usai, kini telah muncul penentangan. Forum Komunikasi Pemuda Ansor (Fokpans) mendesak Pengurus Wilayah Jateng membatalkan hasil Konfercab itu. Koordinator Umum Fokpans Ma'rifun Arief kemarin menyatakan, terpilihnya Awaludin Chamid sebagai ketua Cabang GP Ansor periode 2006-2010 cacat hukum. Sebab, yang bersangkutan dianggap melanggar tata tertib Konfercab. Dalam Pasal 20 A Ayat 8, disebutkan setiap calon ketua harus bersedia menulis pernyataan tidak sedang menjabat sebagai pengurus salah satu partai politik dan organisasi lain yang bertentangan dengan AD/ART. ''Sementara ini, sahabat Awaludin Chamid masih menjadi ketua salah satu partai politik di tingkat kecamatan,'' tandas Ma'rifun. Forum juga menengarai gejala tidak sehat selama Konfercab berlangsung. Terutama saat pleno pemilihan ketua. Ada indikasi money politics . Ma'rifun menilai, terpilihnya Awaludin Chamid mengalahkan kader lain, pada Konfercab di Pondok Pesantren Salafiyah Wonoyoso itu menjadi preseden buruk yang bisa menodai Ansor. Dalam pernyataannya, Forum menganggap Konfercab GP Ansor, pada Minggu 19 November, terutama pada proses sidang pleno pemilihan ketua, cacat demi hukum. Mereka menuntut Pengurus Wilayah dan Pengurus Pusat segera membatalkan hasil konferensi dan melaksanakan pemilihan ulang. Dinamika Demokrasi Forum juga mengancam PW Ansor Jateng dan PP Ansor, jika tuntutan tersebut tidak segera ditangani, akan menggelar Konfercab Luar Biasa di Kebumen. Mereka juga mengajak seluruh sahabat dan anggota pengurus di tingkat ranting, PAC dan cabang untuk tetap menjaga warisan para ulama NU. Kekecewaan juga diungkapkan salah satu kandidat yang kemudian mundur dari arena pemilihan. Kandidat tersebut adalah Drs Mustofa DP. Mustofa menyayangkan dalam penjaringan calon diwarnai intimidasi dan tidak sesuai lagi dengan kultur NU. ''Saya keluar dari sidang karena suasananya sudah tidak sehat,'' tandas Mustofa yang mantan sekretaris PC Ansor. Menanggapi tuntutan tersebut, ketua terpilih PC GP Ansor Awaludin Chamid menyatakan, pihaknya tengah melengkapi susunan kepengurusan. Pihaknya juga segera melakukan silaturahmi kepada para kiai dan ulama NU. Menurut pemahamannya, dalam AD/ART, yang dilarang adalah bila aktif di partai politik yang bukan sepaham dengan NU. Dirinya sebagai pengurus PKB Kecamatan Alian tidak melanggar ketentuan tersebut. Terkait tuduhan politik uang dalam Konfercab, Chamid tidak bersedia berkomentar banyak. ''Saya tidak tahu hal-hal semacam itu. Barangkali itu bagian dari dinamika berdemokrasi,'' tandas Chamid yang anggota FKB DPRD Kebumen. (B3-24) |