| Sabtu, 25 Nopember 2006 | KEDU & DIY |
Buku ''Pembunuhan Theys'' DibedahYOGYAKARTA - Wilayah Papua kerap bergolak. Bahkan dalam kasus besar pada 2001 lalu, sekelompok orang menculik dan membunuh tokoh masyarakat setempat, Theys Hiyo Eluay. Dia tewas setelah beberapa orang menjemputnya, dan mengajak pergi entah ke mana. Namun sayang, sampai sekarang belum terkuak jelas, mengapa dan bagaimana Theys dibunuh, serta siapa saja yang terlibat. Kegelapan kasus itu menggugah Dr Benny Giay menulis sebuah buku berjudul Pembunuhan Theys Kematian HAM di Tanah Papua. Kemarin, buku itu dibedah di Asrama Papua, Jalan Kusumanegara, Yogyakarta, dengan menghadirkan penulisnya serta pembicara lain, Dr George Junus Aditjondro. George dalam acara tersebut mengatakan, penculikan, pembunuhan dan kerawanan-kerawanan lain sengaja dipertahankan oleh pihak tertentu. Menurut penilaian dia, pihak itu akan melakukan pemerasan terhadap perusahaan-perusahaan besar, asing dengan dalih keamanan. Menurutnya, kerawanan di Papua bukan semata-mata persoalan politik seperti keinginan sebagian rakyat untuk merdeka tetapi juga masalah ekonomi. Ada pihak berkompetisi mengeruk alam Papua dan melibatkan masyarakat setempat, termasuk para tokoh-tokohnya. Sempat Dilarang ''Gagasan menulis buku ini tidak turun dari langit, tetapi memang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Papua tentang peristiwa penculikan dan pembunuhan Theys,'' tandas penulis ketika berbicara dalam bedah bukunya tersebut. Kemunculan buku karyanya, jelas Benny, membuat Pemerintah Daerah Papua dan aparat TNI serta Polri melakukan langkah represif. Mereka melarang peredaran buku yang terbit 25 Oktober 2003 itu. Alasannya, dapat meresahkan masyarakat. ''Beberapa saat setelah dinyatakan dilarang, aparat melakukan sweeping benda tajam dan buku Theys. Bukan hanya itu, papan nama tempat kami berkarya juga dirobohkan oleh sekelompok orang,'' papar dosen teologi di Sekolah Tinggi Teologia Walter Post Jayapura itu. Dalam bukunya, Benny menuliskan kronologi penculikan sampai ditemukannya korban. Pada malam sebelum Theys hilang, dia pada pukul 22.00 terlihat meninggalkan Markas Kopassus Jayapura, tempat perayaan Hari Pahlawan Nasional. Pada saat bersamaan, tujuh orang berompi biru tua juga meninggalkan tempat itu. Ketika berada di tikungan Entrop, Skyland, Theys dan sopirnya, Ari Masoka dicegat sejumlah orang yang mengendari mobil Toyota Kijang. Ari bisa melarikan diri ke Markas Kopassus namun setelah itu dia hilang sampai sekarang, sedangkan Theys ditemukan tewas tidak wajar dalam mobilnya di Km 9 Desa Koya, Abepura, 11 November 2001. (D19-39d) |