| Sabtu, 25 Nopember 2006 | KEDU & DIY |
Korban Gempa Kesulitan Bahan BangunanYOGYAKARTA- Korban gempa di Kabupaten Bantul mengaku kesulitan mencari bahan bangunan. Selain harganya mahal, terpaksa harus pesan dua atau empat hari sebelumnya. Kendala mencari bahan baku tersebut mengakibatkan harga pasir, besi, semen bahkan batu bata merah mulai merangkak naik. Belum lagi bahan material lain. Kondisi demikian membuat warga korban gempa hanya bisa pasrah sambil menunggu harga bahan bangunan stabil. Suminto (37), warga Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul mengatakan, mencari pasir sekarang sulit. ''Untuk mencari pasir, harus pesan minimal dua hari sebelumnya,'' keluhnya. ''Harganya pun sekarang terus naik. Batu bata yang sebelumnya masih Rp 200/buah, kini mencapai Rp 375/buah,'' tuturnya. Dia mengatakan, akibat sulitnya mencari material bahan bangunan dan harga yang melonjak, proses pembangunan rumah menjadi lambat. Padahal selain masalah material, saat ini warga Bantul yang sedang membangun rumah juga kesulitan mencari tukang batu. Hal sama dialami Bambang Parjio (27 tahun), warga Dusun Gesikan, Desa Wijirejo, Kecamatan Pandak, Bantul. Untuk memperoleh batu bata merah, dia terpaksa memesan lima hari sebelumnya. "Mencari batu bata di toko material sangat terbatas jumlahnya dan harganya sudah naik sekali. Warga lebih memilih mendatangi langsung ke perajin batu bata," kata Bambang Parjio, sedih. Banyak Mendapat Pesanan Sementara Sunu (33), seorang perajin batu bata merah di Kecamatan Piyungan, Bantul mengaku sejak sebulan ini banyak mendapat pesanan batu bata dari masyarakat. Biasanya, pemesanan berasal dari kalangan pemilik toko material atau pengembang. Akibat jumlah permintaan banyak, kata dia, pihaknya tidak bisa memenuhi semua pesanan. Bukan hanya batu bata yang sulit didapat, melainkan material lain seperti pasir, semen, dan besi. Meski di Yogyakarta terdapat Gunung Merapi yang baru saja meletus dan banyak mengeluarkan material pasir, hingga saat ini belum bisa ditambang. "Harga pasir pun mengalami kenaikan cepat. Minggu lalu satu rit truk pasir masih sekitar Rp 235.000, tetapi sekarang Rp 275.000. Itu pun hanya berlaku bagi pembeli yang berada di sekitar Kali Opak, kalau berjarak lebih jauh harganya lebih mahal lagi," ungkap Sunu. Untuk harga semen meski tidak mengalami lonjakan tinggi, mulai merangkak naik. Di daerah Bantul, di tingkat pengecer mencapai Rp 25.000-Rp 26.500/sak isi 40 kg. Harga itu naik Rp 500-Rp 1.500 dari akhir Oktober lalu. (sgt-39s) |