logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 21 Nopember 2006 PANTURA
Line

Balita Penderita Hidrosefalus

Kepala Rian Membesar sejak Usia 4 Bulan

SEORANG balita, Senin (20/11) siang tampak tertidur di ayunan. Bayi tersebut berusia 19 bulan. Oleh orang tuanya, Ike Kusuma Dewi (18) dan Sugiyono (21), warga Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, diberi nama Muhammad Rian Fauzi.

Rian, begitu nama panggilan balita tersebut, menderita hydrocephalus atau pembengkakan di bagian kepala. Menurut nenek Rian, Tamunah (40), yang ditemui di rumahnya, Jalan Batam Nomor 2 RT 1 RW 10 Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, cucu pertamanya itu menderita hydrocephalus sejak berusia empat bulan.

"Saat itu, dia saya periksakan di rumah sakit di Kabupaten Tegal," tuturnya. Dokter yang memeriksa pada waktu itu, menyarankan operasi terhadap Rian.

Belum Terlaksana

Namun operasi Rian sampai saat ini belum terlaksana. Hal itu diakui Tamunah, karena dia dan suaminya Sugeng Riyadi (43), khawatir operasi akan gagal.

"Kami khawatir cucu kami ditelantarkan jika menjalani operasi tanpa biaya, seperti yang dialami beberapa pasien warga miskin selama ini," ujar dia.

Karena itu, dia dan suami berusaha mengumpulkan uang untuk membiayai operasi tersebut. Namun, keinginan itu sepertinya tidak mungkin terlaksana. Sebab sang suami hanya bekerja sebagai bakul ikan. Padahal, keduanya menginginkan Rian bisa sembuh.

Orang tua bayi, Ike dan Sugiyono, menyerahkan perawatan Rian kepada mereka karena tak punya biaya. Mereka tinggal di Penjalan, Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur.

Semula Sugiyono bekerja sebagai nelayan. Namun kondisi sulit seperti ini, memaksa dia berhenti melaut. Dia pun bekerja seadanya. Saat ini, dia menjadi buruh bangunan dengan penghasilan pas-pasan. Sementara Ike, sehari-hari sebagai ibu rumah tangga.

Tamunah mengatakan, Rian lahir prematur, pada usia kehamilan Ike mencapai 6,5 bulan. Berat ketika lahir juga hanya dua kilogram. Saat berumur sepekan, Rian pernah kejang dan kulitnya membiru. Kondisi serupa dia alami saat menginjak usia tiga pekan.

"Rian sempat kami bawa ke rumah sakit untuk dirawat," ujar dia. Berat badan Rian saat ditimbang Oktober lalu, mencapai 13,5 kilogram. "Makannya biasa. Malahan cukup banyak. Rian tidak minum ASI, tetapi susu instan," imbuh Tamunah.

Hal yang dikhawatirkannya, Rian belum bisa berjalan hingga berusia 18 bulan. "Anak saya sudah bisa berjalan pada saat berumur 1,5 tahun," tutur dia. (Siti Kholidah-54m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA