logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 21 Nopember 2006 INTERNASIONAL
Line

Remaja India Raih Penghargaan Perdamaian Dunia

NEW DELHI - Remaja 14 tahun dari India dianugerahi Penghargaan Perdamaian Anak Internasional, Minggu lalu. Penghargaan itu diberikan atas kepemimpinannya dalam kampanye menentang tenaga kerja dan perbudakan anak-anak.

Om Prakash, remaja tersebut, dipaksa bekerja sebagai buruh tani selama tiga tahun. Setelah berhasil diselamatkan, dia membentuk jaringan yang dimaksudkan untuk memberi seluruh anak-anak surat kelahiran. Hal itu sebagai cara untuk membantu melindungi mereka dari eksploitasi.

Om diberi penghargaan senilai 100.000 dolar (sekitar Rp 900 juta) oleh kelompok yang berbasis di Belanda pada satu upacara di Den Haag.

Om bisa merasakan penderitaan jutaan anak-anak yang dipaksa bekerja. Pasalnya, pada usia lima tahun, dia dipisahkan dari orangtuanya dan selama tiga tahun dia bekerja di ladang. Dia diberi makan dua kali sehari, selalu dipukuli, dan tidak pernah diberi upah.

Jamin Surat Kelahiran

Setelah diselamatkan, Om melakukan kampanye bagi pendidikan gratis di kota asalnya Rajastan. Dia kemudian membantu membentuk satu jaringan yang dikenal sebagai ''desa-desa bersahabat bagi anak-anak''. Jaringan itu merupakan tempat-tempat di mana hak-hak anak dihormati dan tenaga kerja anak tidak diizinkan.

Om juga berupaya untuk menjamin anak-anak diberi surat kelahiran. Menurutnya, pendaftaran kelahiran merupakan langkah pertama menuju pelestarian hak-hak anak, pembuktian usia, dan membantu melindungi mereka dari perbudakan, perdagangan, kawin paksa, atau berdinas sebagai tentara anak-anak.

India memiliki lebih dari 12 juta tenaga kerja anak-anak. Negara itu memperkenalkan undang-undang baru Oktober lalu, yang melarang anak-anak berusia di bawah 14 tahun bekerja sebagai pembantu rumah tangga atau pelayan toko makanan.

Penghargaan perdamaian, yang kini merupakan tahun kedua, diorganisasi oleh kelompok yang berbasis di Belanda, Kids Rights.

Om dianugerahi penghargaan itu oleh mantan Presiden Afrika Selatan FW de Klerk. De Klerk bersama Nelson Mandela meraih Nobel Perdamaian pada 1993.

Om, yang berbicara lewat penerjemah, mengingatkan orang dewasa bahwa mereka punya tugas untuk mendengarkan anak-anak. ''Ini hak kami - bahwa mereka harus mendengarkannya. Ini hak anak-anak. Dan jika mereka tidak memedulikannya, kami akan bekerja lebih keras untuk membuat mereka mau mendengarnya.''

Konser terbuka dan gratis di Dam Square, Amsterdam, diselenggarakan Minggu lalu untuk menghormati Om dan pesannya.(bbc-niek-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA