logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 21 Nopember 2006 INTERNASIONAL
Line

Suriah Desak AS Tarik Pasukan

BAGDAD - Kekerasan dan pertumpahan darah semakin tak terkendali di Irak. Sedikitnya 112 orang tewas di negeri itu dalam 24 jam, sejak Minggu sampai Senin kemarin.

Suriah mendesak Amerika Serikat segera menetapkan jadwal penarikan pasukannya untuk membantu mengakhiri kekerasan di Irak. Dalam kunjungannya ke Bagdad, Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Moualem menegaskan sikap Damaskus bahwa pasukan Amerika harus ditarik mundur agar situasi keamanan di Irak bisa segera dipulihkan.

Kunjungan Moualem itu merupakan lawatan pertama menteri Suriah ke Irak sejak invasi Amerika yang menggulingkan Saddam Hussein pada 2003. Moualem menyatakan, Damaskus tidak menyukai intervensi pasukan asing ke Irak.

''Kami mendukung pemerintah yang terpilih secara demokratis. Kami juga mendukung rekonsiliasi nasional dan persatuan Irak. Menurut pendapat kami, penarikan mundur pasukan AS dari Irak akan mengurangi kekerasan di negara itu,'' kata dia.

Serbu Kota Sadr

Situasi keamanan yang memburuk itu makin memperbesar tekanan terhadap pemerintah Irak yang didominasi kelompok Syiah. Presiden AS George W Bush juga ditekan untuk mengubah strategi mengenai Irak, dengan melibatkan Suriah dan Iran.

Dalam rangkaian insiden kekerasan Minggu lalu, sekelompok militan bersenjata menculik deputi menteri kesehatan Ammar as-Saffar dari rumahnya. Saat beraksi, para penculik menyamar dengan mengenakan seragam pasukan komando.

Saksi mata menceritakan, para penculik membawa Saffar ke Kota Sadr yang menjadi basis milisi Laskar Mahdi. Kelompok milisi itu dipimpin ulama radikal Syiah Moqtada as-Sadr yang juga merupakan pendukung Perdana Menteri Nuri al-Maliki.

Pasukan khusus Irak dan tentara AS menyerbu sebuah masjid di Kota Sadr yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok penculik Saffar. Tentara Amerika juga memburu para penculik yang menyandera seorang serdadu mereka sejak sebulan lalu.

Polisi Irak menemukan 45 mayat di Bagdad, Minggu lalu. Mayat-mayat itu diduga menjadi korban kebrutalan kelompok milisi yang bermotif kebencian sektarian.

Staf medis menjelaskan, Rumah Sakit Yarmuk di Bagdad menerima lebih dari 37 jenazah korban kekerasan kemarin. Seorang anggota Marinir AS juga tewas.(rtr-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA