logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 21 Nopember 2006 INTERNASIONAL
Line

India dan China Berusaha Makin Akrab

NEW DELHI - Dua raksasa Asia, China dan India, berharap meningkatkan hubungan kedua negara menjadi kemitraan yang saling mempercayai. Harapan itu mengemuka dalam kunjungan Presiden Hu Jintao ke New Delhi Senin kemarin. Kunjungan ini adalah lawatan presiden China yang kedua kalinya.

Dua negara yang sama-sama berpenduduk paling padat di dunia itu mengubur peristiwa pahit perang perbatasan dan memupuk hubungan baru de-ngan peningkatan perdagangan dan bisnis.

Namun, ketidakpercayaan dan salah persepsi tidak hilang sepenuhnya dari sejarah hubungan China-India. Hal itu masih menjadi hambatan dan bisa mengancam keberlangsungan kemitraan dua negara. China dan India sama-sama mencatat pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia itu.

Kunjungan Hu selama empat hari itu diperkirakan tidak akan memunculkan kemajuan atau kesepakatan spektakuler. Tidak seperti ketika lawatan Presiden Jiang Zemin pada 1996, yang menghasilkan kesepakatan untuk meredakan ketegangan di wilayah sengketa Himalaya. Sengketa menyangkut Tibet itu menjadi pemicu konflik kedua pihak sejak 1962.

Meski demikian, lawatan Hu itu membawa itu membawa pesan simbolik bahwa kecurigaan antara kedua negara itu bakal makin mereda. ''Kedua negara perlu berbicara secara teratur satu sama lain sementara mereka meningkatkan kemampuan militer dan ekonomi. Mereka tidak bisa lagi membiarkan ketidakpercayaan dan salah persepsi menggayuti relasi bilateral,'' kata Srikanth Kondapalli, seorang pakar tentang China dari Institute for Defence Studies and Analyses di New Delhi.

China khawatir dengan makin dekatnya hubungan India dan Amerika Serikat. China juga merasa tidak aman dengan dukungan India bagi para pengungsi Tibet serta kekuatan AL India di Samudera India.

Bagi India, kekhawatiran itu berpusat pada hubungan mesra China dengan Pakistan, upaya-upaya Beijing mengepung India dengan fasilitas sensitif dan investasi serta keengganan untuk berkompromi mengenai sengketa perbatasan.

Kunjungan Hu juga disambut dengan protes lebih dari 1.000 pengungsi Tibet di New Delhi. Para demonstran mengecam kekejaman Beijing di Tibet.

Hu diagendakan bertemu Perdana Menteri India Manmohan Singh, berpidato di New Delhi dan Mumbai, serta mengunjungi Taj Mahal di Kota Agra sebelum melanjutkan lawatan ke Pakistan.(rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA