| Selasa, 21 Nopember 2006 | INTERNASIONAL |
Militer Siap Adili Gringo Honasan CsMANILA - Filipina membentuk pengadilan militer untuk menyidang 30 tentara yang melakukan upaya kudeta pada bulan Februari lalu. Gregorio ''Gringo'' Honasan juga akan diadili oleh mahkamah militer tersebut. Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jenderal Hermogenes Esperon mengumumkan hal itu di Manila, Senin kemarin. Dia mengatakan, pembentukan mahkamah itu sekaligus menjadi peringatan bahwa pembangkangan tidak bisa ditoleransi dalam militer. Namun penangkapan Honasan dan pembentukan pengadilan militer itu tampaknya tidak akan mengakhiri tradisi para prajurit idealis untuk mengintervensi kehidupan politik Filipina. Negeri itu telah mengalami puluhan upaya kudeta oleh tentara sejak diktator Ferdinand Marcos digulingkan pada 1986. Presiden Gloria Macapagal Arroyo selama ini tidak menjatuhkan hukuman berat terhadap para serdadu pemberontak. ''Kami sangat serius dalam hal ini. Itulah sebabnya, kami akan mengadili mereka melalui mahkamah militer,'' kata Esperon. Beberkan Bukti Kuat Pengadilan militer itu dibentuk sepekan setelah mantan senator Gringo Honasan ditangkap di dekat markas Angkatan Darat di Manila. Gringo dituduh sebagai otak komplotan kudeta Februari lalu. Mantan senator itu juga didakwa atas keterlibatannya dalam pemberontakan Juli 2003. Esperon mengatakan, mahkamah militer itu akan membeberkan bukti-bukti kuat, seperti rekaman komentar Brigjen Danilo Lim mengenai pembelotannya. Bersama Lim, 29 prajurit Ranger juga akan diadili. Eks komandan Korps Marinir Mayjen Renato Miranda dan 11 prajuritnya juga akan diseret ke mahkamah militer itu. Rodrigo Artuz, pengacara para tentara pembangkang tersebut, menyatakan tidak terkejut dengan pembentukan mahkamah militer itu. Namun dia menilai Esperon telah bertindak terlalu jauh. ''Tidak ada bukti bahwa klien saya bersalah. Klien-klien saya sama sekali tidak berkomplot untuk melakukan kudeta,'' kata dia. Banyak pengamat berpendapat, Arroyo sengaja membesar-besarkan tuduhan mengenai komplotan serdadu pembangkang itu agar aparat keamanan memiliki dalih untuk bertindak lebih keras terhadap musuh-musuhnya. Pemerintah menyatakan, komplotan kudeta Februari itu melibatkan unsur-unsur dari tentara, komunis, dan musuh-musuh politik Arroyo. (rtr-ben-25) |