logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 21 Nopember 2006 INTERNASIONAL
Line

Pelanggaran HAM Israel Sengsarakan Gaza

BEIT HANOUN - Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-bangsa untuk Hak Asasi Manusia Louise Arbour Senin kemarin menyatakan, Gaza sangat menderita karena pelanggaran HAM secara membabi buta. Dia mengemukakan hal itu saat mengunjungi Gaza.

Arbour mendesak semua pihak untuk menghentikan kekerasan. ''Pelanggaran HAM di wilayah ini berlangsung secara masif,'' kata dia kepada wartawan saat mengunjungi Kota Beit Hanoun. Militer Israel awal bulan ini membantai 19 warga sipil dengan tembakan roket.

''Seruan untuk perlindungan harus dijawab. Kita tidak dapat terus-menerus menyaksikan warga sipil mengalami penderitaan seperti ini,'' kata dia.

Arbour berada di wilayah itu untuk kunjungan lima hari sejak Senin kemarin. Dia mendatangi sebuah rumah yang terkena serangan roket Israel pada 8 November lalu.

Belasan orang dari satu keluarga yang tinggal di rumah itu tewas. Israel berkilah telah terjadi kekeliruan teknis sehingga tembakan yang semestinya ditujukan ke gudang senjata itu nyasar ke permukiman.

Kunjungannya adalah yang pertama kali sejak dia menjabat komisioner. Beberapa hari sebelumnya Majelis Umum PBB mengesahkan resolusi yang mengutuk serangan Israel ke Gaza. PBB mendesak negara Yahudi itu segera mengakhiri tindak kekerasan.

Desakan Bersama

Perihal rencana Arbour mengenai pelanggaran HAM itu, dia mengatakan, ''Saya akan terus menyadarkan siapa saja yang peduli atas peristiwa di wilayah ini.''

''Saya akan bicara kepada Otoritas Palestina tentang tanggung jawab mereka menegakkan hukum, menciptakan lingkungan di mana masyarakat bisa memperoleh perlindungan hukum. Tentu saja, saya juga akan berbicara kepada pemerintah Palestina,'' ujarnya.

''Kita perlu secara bersama-sama mendesak para pemimpin, tokoh politik, militer dan milis untuk berani mematahkan siklus kekerasan itu supaya kesejahteraan masyarakat terjamin,'' tandasnya.

Lebih dari 350 orang Palestina, hampir separonya warga sipil, tewas sejak Israel menggempur Gaza pada akhir Juni lalu. Serangan-serangan itu dipicu oleh kasus penculikan seorang prajurit Israel oleh kelompok militan Hamas.

Operasi militer itu tidak hanya bertujuan menemukan prajurit yang disandera, tetapi juga untuk menghentikan tembakan-tembakan roket militan ke wilayah Israel.

Pemerintah Israel menyatakan, militan telah menembakkan lebih dari 300 roket rakitan sendiri ke wilayah Israel sepanjang tahun ini. Roket-roket itu diarahkan ke kota-kota di sepanjang perbatasan, seperti misalnya Sderot. Pekan lalu, seorang perempuan warga Sderot tewas akibat serangan roket militan.

Kunjungan Arbour disambut penduduk Beit Hanoun. Mereka menghambur keluar dari rumah untuk menemui Arbour saat dia berkeliling meninjau kota itu. Namun, warga tidak banyak berharap bahwa kunjungan itu akan membawa hasil nyata.

''Tidak akan terjadi sesuatu apapun,'' kata Majdi al-Athamna (37), seorang warga yang kehilangan putra dan tiga saudara dalam pembantaian itu.

''Kunjungan itu tidak akan membuahkan hasil apapun kecuali dunia menekan Israel untuk terlibat secara nyata dalam proses perdamaian. Kami warga Palestina yang menanggung derita atas kegagalan perdamaian,'' ujarnya.(rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA