| Selasa, 21 Nopember 2006 | EKONOMI |
Harga Tepung Terigu StabilSEMARANG- Meski harga gandum internasional mengalami kenaikan, harga tepung terigu eceran di pasaran lokal masih terlihat stabil. Saat ini harganya mencapai R p4.000 per kg untuk produk merek Segitiga Biru dan Rp 3.600 untuk produk Bogasari. Sandra, pedagang eceran di Pasar Dargo, mengatakan tidak ada gejolak harga tepung terigu di pasaran. Begitu pula tingkat permintaannya. ''Penjualannya biasa-biasa saja'' katanya kemarin. Sementara itu, Ari Rachim, pedagang tepung terigu grosir di Pasar Dargo, mengatakan kenaikan produk tersebut biasanya terjadi secara bertahap. Itu pun kenaikannya tidak terlalu mencolok, yakni berkisar Rp 300-1.500 per kg. ''Soal suplai juga lancar. Bisa jadi dikarenakan tepung terigu termasuk barang olahan pabrik sehingga distribusi pemasarannya lebih sistematis,'' katanya. Lebih lanjut ia mengatakan umumnya para konsumen adalah pedagang eceran di warung-warung dan juga pedagang makanan gorengan. Berbeda dengan beras, tepung terigu bukan kebutuhan pokok sehari-hari bagi masyarakat. Oleh karenanya permintaan tidak terlalu tinggi. Harga yang stabil ini juga terlihat pada komoditi beras. Masa tanam padi yang mundur juga tidak memengaruhi pasokan beras. Hal ini dikarenakan masa panen yang terjadi di beberapa daerah saling berlainan. Untuk beras C4, harganya mencapai Rp 3.900-4.000, bramo Rp4.100-4.200, dan mentikwangi Rp 4.400-4.500. Rata-rata setiap bulannya, terdapat 5-70 ton beras per bulan masuk ke Pasar Dargo. Kota-kota pemasok beras antara lain Kudus, Purwodadi, Pemalang, Kendal, dan Klaten. ''Naik-turunnya harga beras tergantung dari jumlah stok yang ada di pasaran,'' katanya. (H22-59) |