| Selasa, 21 Nopember 2006 | BANYUMAS |
2007, Tarif PDAM Naik BertahapPURBALINGGA - Tarif PDAM yang saat ini Rp 350/m3 akan dinaikkan pada 2007. Setelah melalui serangkaian pembahasan di tingkat komisi dan fraksi, kenaikan tarif itu disetujui DPRD. Karena itu, kini pihak PDAM sedang gencar melakukan sosialisasi. Pada Desember, sosialisasi dilakukan dengan penyebaran brosur di loket-loket pembayaran rekening. Tarif baru PDAM yang disetujui kalangan Dewan adalah Rp 765/m3. Namun agar tidak memberatkan masyarakat, penerapan tarif baru itu akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama adalah periode Januari-Maret, tarif dinaikkan menjadi Rp 500/m3, April-Juni Rp 600/m3, Juli-September Rp 700/m3, dan Oktober-Desember Rp 765/m3. Menurut perhitungan PDAM, dengan tarif baru pada periode Oktober-Desember itu perusahaan tidak lagi rugi dalam operasionalnya. Justru ketika tarif sudah Rp 765/m3, PDAM bisa dibilang sudah break event point (BEP) atau balik modal. Sebab, dengan tarif Rp 350/m3 seperti saat ini, PDAM masih merugi dari sisi penjualan air. Kenaikan tarif dasar air itu terpaksa ditempuh perusda tersebut karena harga jual air perusahaan yang hanya Rp 600/m3 itu masih di bawah biaya operasional yang rata-rata mencapai Rp 800/m3. Lalu mengapa dalam beberapa tahun terakhir ini PDAM bisa menyumbang PAD ke kas daerah, bahkan setiap tahun pendapatannya naik? Menurut data di PDAM, keuntungan itu justru didapat dari sektor nonair, seperti pemasangan sambungan baru di rumah-rumah pelanggan. Saat ini biaya pemasangan sambungan rumah (SR) Rp 1,5 juta. Biaya itu diterapkan kepada calon pelanggan yang di sekitar rumahnya tidak terdapat jaringan PDAM. Pelanggan Bertambah Calon pelanggan dibebani biaya instalasi jaringan baru di sekitar rumahnya. Biaya Rp 1,5 juta itu saja masih disubsidi. Kalau ditanggung penuh calon pelanggan, bisa Rp 2 juta lebih. Sementara itu jika di sekitar rumah sudah ada jaringan dan tinggal memasang SR, warga dikenai biaya Rp 950.000. Dengan tarif baru itu manajemen PDAM belum bisa berharap akan mendapatkan untung besar pada tahun 2007. Keuntungan diperkirakan baru bisa dinikmati pada akhir tahun 2008. Keuntungan lebih besar dapat diperoleh jika semakin banyak warga yang menjadi pelanggan PDAM pada tahun depan. Saat ini jumlah pelanggan PDAM sekitar 21.000 keluarga. Dengan jumlah pelanggan sebesar itu, PDAM telah mampu menutup target PAD yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp 110 juta. Sejak 2003 hingga 2006 ini, perusda yang berada di Jl S Parman itu masih mempunyai keuntungan Rp 63 juta.(F10-42n) |