logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 21 Nopember 2006 BANYUMAS
Line

DPP Pertemukan Kubu Suherman dan Sukoyo

  • Selesaikan Masalah Internal

PURWOKERTO - Dewan Pimpinan Pusat PDI-P, hari ini (21/11) akan mempertemukan kubu Ketua DPC PDI-P Banyumas Suherman dengan kubu penentangnya, Yoyok Sukoyo.

Pertemuan direncanakan digelar di Hotel Kusuma Sahid Prince Solo di Ruang Dewandaru. Agenda pertemuan adalah membahas penyelesaian PDI-P Banyumas secara internal yang sejauh ini belum ada titik temu di antara kedua pihak.

Rencana mempertemukan kedua pihak tersebut berdasarkan surat yang dikirim oleh DPP bertanggal 18 November kepada Suherman dan Yoyok Sukoyo. Surat tersebut ditandatangani Ketua Bidang Organisasi R Adhang Ruchiatno dan Sekreteris Jenderal Pramono Anung W.

Selain Suherman dan Sukoyo, juga diundang dalam pertemuan tersebut semua pengurus DPD PDI-P Jateng. Pertemuan digelar mulai pukul 11.00. Surat satu lembar dengan bernomor 1007/IN/DPP/XI/2006 itu bersifat panggilan. Dalam pertemuan tersebut, berdasarkan informasi yang berkembang, yang dibahas tidak hanya masalah internal PDI-P Banyumas, tapi juga berbagai persolan internal di berbagai daerah lain di Jateng.

Ketua DPC Suherman saat dimintai konfirmasi mengaku menerima surat melalui faksimile, Minggu malam lalu, sedangkan Yoyok, saat dihubungi secara terpisah mengaku menerima surat lewat Widiono, anggota DPRD Jateng asal Banyumas, Sabtu lalu. Dia berangkat bersama 27 orang tadi malam.

Suherman mengatakan, pihaknya menyambut baik upaya pihak DPP membantu menyelesaikan masalah tersebut PDI-P Banyumas. Dari DPC, yang datang tidak hanya dirinya. Semua pengurus dan kader yang bersimpati juga akan datang sehingga keberangkatan mereka akan diantar massa.

Tak Ada Masalah

Dia menyatakan, secara kelembagaan, dirinya merasa tidak ada masalah dengan Yoyok Sukoyo. Sebab, selama ini yang banyak dipersoalkan Yoyok, jelasnya, lebih banyak masalah pribadinya, seperti masalah ijazah palsu, menuntut dirinya dipenjara.

Dia mengatakan, kalau hasil pertemuan tersebut kelak pihak DPP meminta kelompok Sukoyo dimasukkan dalam kepengurusan, secara pribadi dia memilih untuk mundur dari Ketua DPC.

''Secara kelembagaan saya tidak masalah. Namun secara pribadi saya lebih baik memilih mundur. Itu demi kebaikan PDI-P ,'' ujarnya.

Intinya, menolak masuknya Sukoyo?

''Ya silakan saja kalau dia mau masuk. Ada dia PDI-P juga belum tentu besar dan bisa dinamis. Saya tetap memilih tidak bersama dia. Yang jelas, saya tidak mau menghakimi. Sebab, pengalaman saya dihakimi terus-terusan itu menyakitkan,'' tegasnya.

Sokoyo menyatakan, dirinya berangkat ke Solo untuk menuntut agar DPP mencabut dan membatalkan SK DPP No 13.26/TAP-DPC/V/2006 bertanggal 4 Mei 2006 tentang struktur dan komposisi dan personalia DPC PDI-P Banyumas periode 2006-2010. (G22.in-42n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA