logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 21 Nopember 2006 BANYUMAS
Line

Diusulkan, RSU Banyumas Menjadi RS Jiwa

PURWOKERTO - Anggota Komisi IX DPR RI, dokter Ripka Ciptaning, mengusulkan agar RSU Banyumas dijadikan RS Jiwa. Alasannya, pasien dengan gangguan jiwa yang mondok dan berobat ke RS pemerintah itu tiap tahun terus meningkat. Tiap bulan pasiennya lebih dari 100 orang yang mondok.

Kondisi bangsal jiwa sudah terlalu sempit dan tidak nyaman untuk perawatan pasien. Ruang pasien dan jumlah penghuninya tidak seimbang. ''Lebih baik rumah sakit ini dijadikan RS Jiwa,'' ujarnya, kemarin.

Jika RSU Banyumas dijadikan RS Jiwa, konsekuensinya, Pemkab harus membangun rumah sakit baru. ''Saya siap memfasilitasi Pemkab untuk mendapatkan dana pembangunan rumah sakit baru,'' ungkapnya.

Namun Ciptaning belum bersedia menyebutkan berapa besar dana hibah atau APBN yang bisa dianggarkan untuk pembangunan rumah sakit baru di Banyumas. ''Perlu kerja sama antara Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah,'' katanya.

Jika Pemerintah Pusat mengucurkan dana untuk pembangunan rumah sakit baru berupa gedung dan peralatan medis maka yang disiapkan Pemkab Banyumas adalah lahannya. ''Lebih baik rumah sakit baru itu dibangun di atas tanah yang cukup luas,'' paparnya.

Ketua DPRD Banyumas Suherman mengatakan, usulan dokter Ciptaning cukup menarik. ''Saya setuju kalau ada pembangunan rumah sakit baru karena pelayanan kesehatan pada masyarakat bisa lebih baik,'' katanya.

Mengenai penyediaan lahan, kata Suherman, bisa disediakan pemerintah daerah dan tanah untuk lokasi rumah sakit cukup tersedia. ''Mau minta lahan di atas 10 hektare juga ada,'' katanya.

Tidak Tepat

Direktur RSU Banyumas dokter Hartono SpA mengatakan, usulan itu tidak tepat. ''Kami tidak perlu membangun rumah sakit baru, yang sudah ada bisa dikembangkan. Itu malah lebih baik dan biayanya murah,'' katanya.

Jumlah pasien bangsal jiwa memang tinggi, tiap bulan rata-rata 100 orang yang mondok, dan ada beberapa yang rawat jalan. Untuk memperbaiki kapasitas daya tampung, pemerintah sudah berencana membeli tanah di belakang rumah sakit seluas 3,5 hektare.

Saat ini yang mendesak untuk dibangun adalah Unit Gawat Darurat (UGD), Rawat Jalan dan Bangsal Jiwa. ''Kalau Bu Ciptaning mau membantu kami, tolong bantu mendapatkan dana untuk pengembangan unit tersebut,'' jelasnya. (G22,in-42n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA