| Jumat, 17 Nopember 2006 | PANTURA |
617 Orang Kena DBD, 6 Meninggal
SLAWI - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Tegal dinilai masih cukup tinggi. Data Dinas Kesehatan Pemkab Tegal sejak Januari hingga Oktober 2006, tercatat 617 kasus, enam di antaranya meninggal dunia. ''Bulan ini kasusnya cenderung meningkat dibandingkan sebelumnya. Hingga pertengahan November tercatat 16 kasus. Padahal pada Oktober hanya 18 kasus. Diperkirakan memasuki musim hujan, kasusnya semakin bertambah,'' kata Kasi Pemberantasan Penyakit, Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal, Ari Dwi Cahyani SKM MKes, di kantornya, kemarin. Karena itu, kata dia, masyarakat diminta mewaspadai munculnya penyakit ini. Sebab, banyak tempat yang dimungkinkan dijadikan tempat berkembangnya nyamuk demam berdarah. Upaya yang harus dilakukan antara lain, melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). ''Selain itu, tempat-tempat yang tidak bisa dikuras sebaiknya diberi abate. Stok abate bantuan dari Pemrov masih mencukupi,'' terangnya. Ditambahkan, jika diperlukan, pihaknya akan segera melakukan penyemprotan. ''Setidaknya ada delapan kecamatan di Kabupaten Tegal yang masuk daerah endemis DBD. Yakni Kecamatan Kramat, Slawi, Tarub, Dukuhturi, Adiwerna, Suradadi, Talang, dan Pangkah,'' tuturnya. Tak Menduga Sementara itu Siska S (9), warga Kudaile, Kecamatan Slawi terbaring di RSUD Soeselo, Slawi karena menderita penyakit DBD. Rusianto (34), ayah siswa kelas empat sekolah dasar (SD) itu mengatakan, anaknya menderita penyakit tersebut sejak beberapa hari yang lalu. Awalnya dia tidak menduga jika anaknya terkena DBD. ''Belum ada penyemprotan di desa kami. Saya juga belum pernah mendapatkan bantuan abate,'' ujarnya. (H3-29d) |