logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 17 Nopember 2006 PANTURA
Line

Kemarau, 27.000 Ha Sawah Tak Bisa Ditanami

SLAWI - Musim kemarau yang panjang mengakibatkan sekitar 27.000 hektare areal persawahan di Kabupaten Tegal belum bisa ditanami padi. Untuk kebutuhan pengairan, sejumlah petani terpaksa mengambil air dengan sistem pompa.

Marzuki (43), warga Pagerbarang mengatakan, dia terpaksa menyewa diesel untuk mengairi sawahnya. Untuk menjenuhkan sawah seluas 1.600 meter persegi, dibutuhkan waktu empat hari. Sebab, kondisi tanahnya sangat kering. "Biaya untuk mengairi sawah tersebut sekitar Rp 75.000/ hari," terangnya.

Kepala Bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan (Distanhutbun), Pemkab Tegal Ir Toto Subandriyo mengatakan, luas areal persawahan di Kabupaten Tegal itu mencapai 30.000 hektare. Namun yang sudah ditanami baru 30%. "Selebihnya masih dalam persiapan penanaman, sembari menunggu hujan," ujarnya.

Tetap Olah Lahan

Kendati belum hujan, kata dia, para petani diimbau tetap mengolah lahannya, sehingga ketika sudah hujan bisa langsung ditanami. Mereka diminta menggunakan benih padi yang berumur pendek. Saat benih berumur 15 hari diminta supaya ditanam ke sawah. Sebab, pada umur tersebut benih mulai beranak. "Para petani juga diimbau supaya melakukan shalat meminta hujan," katanya.

Menyinggung ketersediaan pupuk, dia mengatakan, stok di gudang Pusri mencukupi untuk masa tanam pertama (MT I) ini. Di gudang Pusri, Prupuk, Kecamatan Suradadi tersedia stok sekitar 10.116 ton, sedangkan di gudang Babakan, Kecamatan Kramat ada sekitar 1.146 ton. "Kebutuhan pupuk se-kabupaten pada masa tanam ini sekitar 6.000 ton. Jadi, ketersediaan pupuknya mencukupi," jelasnya.

Dia menganjurkan agar setiap kelompok tani menyusun rancangan definitif kebutuhan kelompok (RDKK). Melalui rancangan tersebut, mereka bisa mengajukan pembelian pupuk ke gudang Pusri. Dengan cara tersebut diharapkan dapat memotong mata rantai perdagangan pupuk itu. (H3-29d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA