logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 17 Nopember 2006 NASIONAL
Line

Jenazah Bupati Donggala Diautopsi di RSCM

  • Meninggal Mendadak di Hotel Mulia

JAKARTA -Penyebab kematian Bupati Donggala, Sulawesi Tengah, Adham Ardjad, masih diselidiki. Jenazah Ketua DPD II Donggala Partai Golkar itu dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo untuk diautopsi.

"Sudah dibawa ke RSCM untuk mengetahui penyebab kematiannya," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Carlo Brix Tewu, di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Kamis (16/11).

Menurut dia, penyebab kematian akan diumumkan, apakah karena sakit atau ada penyebab lain.

Bupati Donggala itu ditemukan tewas di kamar 3609, lantai 36, Hotel Mulia, Senayan, Jakarta. Dia sebelumnya mengeluh sakit di perut bagian kanan.

Kematian Adham sontak menghebohkan penghuni hotel yang sebagian disewa oleh fungsionaris Partai Golkar peserta Rapimnas II. Adham juga merupakan peserta Rapimnas II Golkar.

''Pukul 08:00 WIB, dia sempat ngomong sama saya, mengeluh sakit perut di sebelah kanan. Kemudian setelah itu saya tinggal ke lobi untuk bertemu teman. Lalu pukul 11:00 WIB, saya lihat kok ada ribut-ribut. Ternyata ditemukan mayat di kamar 3609. Saya langsung ingat, itu kan kamarnya Pak Adham. Saya kaget dan langsung ke kamar itu," kata pengurus DPP Partai Golkar, Budi Kosasih.

Berdasarkan keterangan ajudan bupati, Slamet dan Erwin, Adham ditemukan terjatuh dan tidak sadarkan diri di depan pintu kamar mandi hotel.

"Mereka melapor ke petugas hotel dan memanggil dokter. Tetapi ternyata Pak Adham sudah meninggal dunia," ujarnya.

Ketua DPP Partai Golkar, Burhanuddin Napitupulu juga menyatakan hal serupa.

"Dia masih sempat meminta obat penghilang rasa sakit pada pagi hari. Tetapi kata ajudannya, disuruh ke dokter tidak mau," kata Burhanuddin.

Kalla Melayat

Kematian mendadak Bupati Donggala tersebut mengejutkan banyak pihak, termasuk keluarga dan Wapres Jusuf Kalla. Kalla pun segera meluncur ke ruang jenazah RSCM untuk melayat.

Kalla yang juga Ketua Umum Partai Golkar tiba di RSCM pukul 16:25. Begitu tiba di ruang jenazah, Kalla langsung membuka kain yang menutupi wajah almarhum yang sudah dikelilingi keluarganya.

Setelah itu, bersama keluarga Adham, Kalla memanjatkan doa. Sesaat kemudian Kalla terlibat perbincangan serius dengan adik kandung Adham, Nona. Kalla menanyakan tentang penyakit Adham.

"Sakitnya dari kapan?" tanya Kalla.

Nona yang tampak tabah itu menuturkan, abangnya mengeluh sakit perut sejak Kamis pagi. Nona juga menjelaskan, rencananya jenazah akan dibawa ke Donggala pada malam hari.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Carlo Brix Tewu menyatakan, "Kami belum bisa memastikan penyebab kematian Adham. Tetapi, kami menemukan obat-obatan di dalam kamar politikus dari Donggala itu. Kemungkinan, dia memang sudah sakit," katanya.

Namun demikian, Carlo memastikan obat-obatan itu bukan narkoba.

"Bukan, bukan," sergahnya ketika ditanya soal itu.

Menurut dia, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh Adham. Adapun dua ajudan, yakni Slamet dan Erwin dimintai keterangan di Polda Metro Jaya.

Sundari, istri almarhum Adam Ardjat, tak kuasa menahan air mata. Tangisnya meledak tatkala dia bersama keluarga tiba di ruang jenazah RSCM.

Keluarga langsung berhamburan memeluk jenazah almarhum. Hujan tangis terjadi di ruang jenazah tersebut. Duka mendalam tampak dari wajah Sundari yang mengenakan gamis biru.

Tak lama kemudian, doa dipanjatkan bagi almarhum oleh mantan Ketua MUI, Ali Yafie. Akhirnya pada pukul 18:40 WIB, jenazah almarhum dibawa tim medis menuju ruang autopsi.

Tampak di tempat itu antara lain Direktur Eksekutif Walhi, Chalid Muhammad dan tokoh pemuda yang juga pengacara, Yapto Soerjosoemarno. Kerabat almarhum yang juga musikus grup musik Slank, Abdi, mengenal pribadi almarhum sebagai orang yang berdedikasi dalam kerja. (dtc-60a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA