| Jumat, 17 Nopember 2006 | NASIONAL |
Keterangan M Nuh Sering BerubahJAKARTA -Polisi akan memeriksa kembali keterangan yang telah diberikan oleh pelaku dan korban tunggal peledakan bom di Restoran A&W di Kramat Jati, Muhammad Nuh alias Kholid (36), karena pernyataannya berubah-ubah. Kapolda Metro Jaya, Irjen Adang Firman, kemarin di Balai Kota Jakarta mengatakan, dari keterangan yang bersangkutan, seolah-olah dia bukan anggota jaringan teroris. ''Tapi kami tidak percaya begitu saja. Sementara ini, menurut pengakuannya, dia hanya ingin cari sensasi biar keren,'' katanya. Menurutnya, hasil tes psikologi M Nuh sampai saat ini belum final, sebab kepolisian dan psikolog masih terus melakukan tes. M Nuh kini masih berada di RS Kramatjati Jakarta. ''Jawaban dia kadangkala ngawur dan asal saja. Karena itu, kami akan melakukan tes ulang,'' tandasnya. Sebelumnya, M Nuh dinyatakan menderita gangguan kejiwaan oleh Kapolri, Jenderal Pol Sutanto. Menurut Kapolri, tim dokter RS Polri Soekanto Kramatjati menyimpulkan M Nuh memiliki kelainan yang dalam istilah ahli jiwa disebut filosofi hidup bermakna. ''Dia ingin hidupnya sesuai dengan keyakinannya,'' tutur Sutanto. M Nuh, lanjut dia, merupakan pelaku tunggal peledakan bom tersebut. ''Untuk sementara waktu, dia masih sendiri,'' tegas dia. Sebelumnya, kepolisian mengindikasikan apa yang dilakukan M Nuh itu bukan aksi bom bunuh diri. Pelaku dinilai melakukan aksi peledakan bom itu agar bisa mati secara keren. Sementara itu RS Polri Soekanto sudah menyiapkan tim khusus untuk memeriksa M Nuh. Tim itu bertugas memeriksa kondisi fisik dan kejiwaannya. (H27-60a) |