logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 17 Nopember 2006 NASIONAL
Line

Lorong Tembak untuk Polda

  • Hasil Rancangan BPPT

SM/Fahmi ZM MENEMBAK TARGET: Salah seorang personel Polda Jateng saat mencoba kemampuan menembak target di lorong tembak mobil shooting range (MSR), Kamis (16/11). (57a)

SEMARANG - Kapolda Jateng Irjen Drs Dody Sumantyawan HS SH berharap, kemampuan menembak personel di jajarannya harus meningkat dibanding sekarang.

Hal itu diungkapkan setelah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memberikan bantuan satu unit mobil training mobile shooting range (MSR) atau lebih dikenal dengan kendaraan lorong tembak keliling di halaman Mapolda Jateng, Kamis (16/11).

''Iya kalau kita sering berlatih menembak dengan reaksi cepat seperti di mobil ini, ya kemampuan anggota kita juga harus meningkat. Karena sarana yang dilengkapi teknologi tinggi cukup mendukung,'' tandas Kapolda.

Sebagai catatan, kendaraan lapangan tembak untuk latihan buatan BPPT dan PT Pindad, merupakan tindak lanjut kesepakatan bersama Kepolisian Negara RI dengan Kementerian Negara Riset dan Teknologi tentang Penelitian Pengembangan dan Penerapan Iptek dalam mendukung tugas kepolisian, yang ditandatangani Menristek dan Kapolri, 2 Maret 2005 lalu.

Menindaklanjuti kesepakatan itu, Tim Rancang Bangun Riset BPPT mulai membuat mobil yang berfungsi sebagai lapangan latihan menembak.

Kapolda yang mencoba kemampuan menembaknya di mobil itu mengungkapkan, kelak kesatuan khusus di jajarannya seperti Brimob, Resmob, Reskrim atau Densus 88 Antiteror dapat meningkatkan kemampuan menembak reaksi cepat di sarana latihan tersebut. Bahkan anggota yang berada di Polwil hingga Polres dapat memanfaatkan sarana itu yang bisa dipindah-pindah atau bersifat mobil.

Uji Coba

Deputi Bidang Program Riptek BPPT Dr Bambang Setiadi mengatakan, mobil buatan lembaganya untuk kali pertama diserahkan ke Polda Jateng. Selain sebagai sosialisasi dan meningkatkan kemampuan menembak anggota polisi daerah itu, juga untuk mengetahui uji coba hasil produksi litbang iptek yang mendukung tugas kepolisian.

Sementara itu, Koordinator Tim Rancang Bangun Riset BPPT Andrian Zulkifli mengatakan, anggaran awal untuk membuat kontainer menjadi unit mobil training yang dikenal dengan nama MSR itu sekitar Rp 800 juta dan berasal dari APBN.

Di dalam mobil itu, terutama di lorong jalur tembak dapat digunakan untuk dua orang dalam waktu bersamaan. Jarak tembak lima hingga sepuluh meter. Adapun jenis senjata yang digunakan pistol kaliber 9 mm dan revolver kaliber 38 spesial.

Perlengkapan di lorong tembak, antara lain, shooting stall, pop-up target, precision target, rail skip, CCTV, simulator penerangan dan fire extinguisher. Seluruh teknologi itu dibuat oleh BPPT.

Kotak peti kemas yang dijadikan sarana latihan menembak, berukuran panjang 12,5 m, lebar 2,5 m dan tinggi 3,35 m. Digerakkan dengan sistem kelistrikan menggunakan generator berkekuatan 5.000 Watt atau diparalelkan dengan sumber PLN.

Untuk pengaturan suhu udara di dalam lorong tembak dan ruangan lain di kendaraan itu, digunakan air conditioning (AC), air blower, dan exhaust fan.

Peralatan lain yang terdapat di kendaraan tersebut, antara lain, multimedia desktop computer and printer, uninterruptible power supply, stabilizer, manual switch control system, filing cabinet, dan public addressor.

Selain perkenalan dan sosialisasi kendaraan itu, di halaman Mapolda Jateng juga digelar pameran berbagai peralatan komunikasi dan pakaian antipeluru buatan dalam negeri. Dalam kesempatan tersebut, juga digelar lomba menembak yang diikuti sejumlah perwira di lingkungan Mapolda, Polwiltabes Semarang, dan tiga polresta lainnya. (D12,H21-41v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA