| Jumat, 17 Nopember 2006 | SEMARANG |
Kejadian Longsor Terbanyak JanuariUNGARAN - Data Kantor Kesbanglinmas Kabupaten Semarang menyebutkan, tahun 2006 ini kasus tanah longsor paling banyak terjadi di bulan Januari, setidaknya 13 kasus dilaporkan warga ke kantor tersebut. Pada bulan itu, warga yang tinggal di daerah dataran tinggi atau berbukit diminta lebih waspada. ''Bulan Desember diperkirakan curah hujan mulai tinggi. Air tersebut kemudian mengendap ke dalam tanah. Antara Januari-Februari, curah hujan yang diprediksi sangat tinggi berpotensi menyebabkan tanah atau talut longsor,'' kata Kepala Kesbanglinmas, Drs Pudji Hutomo, Kamis (16/ 11). Tiga belas kejadian longsor itu terjadi di Kecamatan Sumowono, Tengaran, Banyubiru (tiga kejadian), Suruh (dua kali), Jambu, Ungaran Barat, Bancak (dua kasus), Ungaran Timur, dan Ambarawa. Masih berdasar data Linmas, Februari 2006 terdapat delapan kasus longsor, April (5), dan Mei (5). ''Pertengahan tahun sekitar Juni-Juli, curah hujan mungkin tidak terlalu tinggi,'' jelas Pudji Hutomo. Dia mengingatkan, bila di sebuah desa di kabupaten ini terjadi bencana alam, seperti longsor dan sebagainya, warga bisa menghubungi Kantor Linmas yang siap 24 jam di nomor telepon (024) 6921250 atau (024) 6921434. Untuk mengantisipasi dan menangani bencana alam, baru-baru ini (11-15 November-Red) pihaknya memberi Bimbingan Teknis (Bintek) Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP) bagi Pleton Inti Sat Linmas dan Sat Linmas Kecamatan. Kampanye Waspada ''Pada 20 November hingga 7 Desember, kami juga akan berkeliling kecamatan untuk menyosialisasi dan menambah pelatihan Sat Linmas di 18 kecamatan. '' terangnya. Meski curah hujan belum begitu tinggi, saat ini warga juga diimbau hati-hati akan datangnya angin lisus/puting beliung. Angin kencang tersebut, katanya, biasanya didahului dengan hujan deras. Pantauan Suara Merdeka beberapa malam lalu di Kecamatan Ambarawa dan Bawen, angin kencang itu menyebabkan genteng atap rumah sebagian penduduk beterbangan, papan reklame patah, sejumlah pohon tumbang, dan tiang umbul-umbul juga ada yang patah. Menurut rencana hari ini (17/ 11), Pemkab Semarang menyerahkan bantuan berupa uang kepada korban angin lisus di dua kecamatan tersebut. (H14-16h) |