logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 17 Nopember 2006 KEDU & DIY
Line

Cara Siswa Berlatih Demokrasi

  • Pemilihan Pengurus OSIS SMA Taruna

BERSERAGAM lengkap, Bayu Febrianto, siswa kelas XI, berjalan gagah menuju panggung. Panggung itu dipersiapkan khusus untuk kampanye dialogis pemilihan eksekutif dan legislatif OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) SMA Taruna Nusantara Kabupaten Magelang masa bakti 2006-2007.

Sekitar seribu pasang mata, baik siswa-siswi maupun pamong atau guru yang hadir di balairung sekolah swasta itu, memperhatikan pidato kampanye Bayu yang diucapkan dengan intonasi seperti membaca puisi.

ìPidato itu diucapkan tanpa ekspresi senyum sama sekali,î kritik siswi yang menjadi panelis.

Selasa (14/11) pagi itu Bayu tampak seperti tak menyangka mendapat kritik mengenai ekspresi roman muka sehingga terkesan kewalahan menjawabnya.

"Ingin menjadi apa? Apa motivasinya?"

"Saya ingin menjadi PK (perwakilan kelas). Saya ingin memperbaiki kinerja OSIS, agar bisa lebih baik," jawab Bayu.

Berbagai pertanyaan baik kepada calon pengurus OSIS (eksekutif) maupun PK (legislatif) disampaikan dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Proses demokrasi itu dimulai Agustus lalu, diawali dengan pengajuan dua siswa/siswi tiap kelas sebagai calon eksekutif dan legislatif OSIS. Mereka harus lolos uji kepatutan dan kelayakan baik tertulis maupun wawancara mengenai jiwa kepemimpinan

Kepala Hubungan Masyarakat Drs Usdiyanto MHum menyebutkan, materi ujian tertulis antara lain Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika. Menjadi eksekutif dan legislatif OSIS di SMA TN harus pandai. "Minimal seorang calon harus masuk 10 besar terbaik di kelasnya," katanya.

Setelah lolos uji kepatutan dan uji kelayakan, tiap calon membentuk tim sukses. Dukungan ìmassaî dicari dari ruang makan. Sebab siswa-siswi sekolah itu makan bersama dalam satu ruangan. Panitia Pemilihan OSIS mengemasnya sebagai kampanye monologis.

Tim sukses akan membuat poster kampanye, dipasang di kanan-kiri lorong jalan menuju balairung. "Mohon Doa dan Dukungan untuk Penny Sekretrais 2 PK" merupakan salah satu contoh poster yang dibuat dari kertas manila.

Pemungutan suara menggunakan komputer. Meskipun sekolah itu memiliki 931 siswa, jumlah komputer di sana sangat memadai. Panitia Pemilihan memiliki semacam tim teknis yang tugasnya membuat program voting.

"Yang lolos kampanye dialogis 13 kandidat dari kelas XI dan 10 dari kelas X. Kelas XI akan menduduki jabatan OSIS lapis satu, sedangkan adik kelasnya lapis dua," tutur Usdiyanto.

Dia mengemukakan, jumlah pengurus OSIS SMA TN seluruhnya 150 orang, untuk memberikan peluang seluas-luasnya kepada siswa-siswi untuk menjadi pengurus harian sampai teknis.

Para pengurus OSIS dan PK yang terpilih akan dilantik pada Desember 2006. Jadi, pada semester genap siswa-siswi kelas XII tak ada lagi yang terlibat dalam kepengurusan. Mereka akan lebih berkonsentrasi menghadapi ujian nasional. (Tuhu Prihantoro-66)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA