logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 17 Nopember 2006 KEDU & DIY
Line

Penemuan Raskin Buruk Diragukan

TEMANGGUNG- Penemuan beras untuk rakyat miskin (raskin) yang berkualitas buruk di enam daerah, termasuk di Kabupaten Temanggung, dipertanyakan oleh Paguyuban Mitra Bulog Temanggung.

Bahkan, mereka menyesalkan pernyataan Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng Agus Abdul Latif yang mengatakan bahwa raskin untuk Temanggung mayoritas menir, remukan, dan bau apek(SM, 15/1).

Ketua Paguyuban Mitra Bulog Gudang Beras Baru (GBB) 503 Temanggung Ny Nani Wardani mengungkapkan, selama ini beras yang dipasok ke Bulog dari paguyubannya berkualitas terbaik. Jadi, pihaknya sangat meragukan hasil penemuan raskin buruk sebagaimana dikatakan anggota FPKS DPRD Jateng itu.

"Kami menjadi bertanya-tanya, sumber Komisi B DPRD Jateng ataupun Fraksi PKS tersebut dari mana. Sebab, semua rekanan Bulog pun tahu, pasokan beras dari Temanggung itu terbaik," katanya kepada wartawan, di kantornya, kemarin.

Menurutnya, selama ini gudang Bulog di Desa Bengkal, Kecamatan Kranggan, Temanggung, sangat selektif dan relatif ketat dalam menerima pasokan beras. Karena itu, ada beberapa mitra Bulog yang mengeluh karena berasnya ditolak gudang dengan alasan tidak sesuai dengan Keppres 13/2005.

Tak Bermasalah

Dia menambahkan, Kabupaten Wonosobo yang mendapat pasokan beras dari Kabupaten Temanggung ternyata juga tidak bermasalah. Tidak ditemukan raskin berkualitas buruk sebagaimana dikatakan oleh Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng tersebut. Itu diketahuinya dari hasil inspeksi mendadak (sidak) jajaran Polres dan LSM setempat, kemarin.

"Kalau soal banyak menir dan remukan, anggota kami dan Mitra Bulog pada umumnya selalu berupaya menaati keppres," ujarnya.

Bahkan, dia mengatakan, ketika ada beras yang kandungan menirnya sampai melebihi 2% saja gudang selalu menolak. Kalau kasus seperti itu terjadi, biasanya Mitra Bulog kembali mengayaknya hingga bersih betul agar gudang mau menerimanya lagi.

Namun dia tidak membantah jika ada sebagian raskin yang berbau apek. Sebab, sebelum didistribusikan ke warga, beras itu terkadang disimpan dahulu lumayan lama di gudang. "Apabila ada masyarakat yang menemukan raskin seperti itu bisa mengomplain dan langsung bisa menukar ke Bulog," tuturnya.

Harga beras asal Mitra Bulog Temanggung kini terbilang tertinggi se-Kedu, yakni Rp 2.700/kg.

Sedangkan harga beras yang disetor ke gudang Bulog dari daerah lain, meski berjenis sama, biasanya lebih rendah.

Kepala Gudang Bulog Baru 503 Temanggung Bambang Budiharjo ketika hendak dimintai konfirmasi di kantornya, tidak di tempat. Demikian pula Kabag Perekonomian Setda Temanggung, sedang menghadiri acara dinas di Semarang. (H24-66)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA