logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 17 Nopember 2006 INTERNASIONAL
Line

Lompat dari Lantai Dua, Kaki Honasan Patah

MANILA - Mantan senator Gregorio ''Gringo'' Honasan dalam kondisi stabil Kamis kemarin, sehari setelah dia ditangkap dengan tuduhan sebagai pemimpin upaya kudeta Februari lalu. Namun dia harus menjalani perawatan medis selama sepekan.

Dr Francisco Alparejos dari Rumah Sakit Umum Kepolisian Nasional Filipina menjelaskan, kaki Honasan terluka setelah dia melompat dari lantai dua sebuah rumah di Quezon untuk menghindari penangkapan Rabu pagi lalu.

Akibat melompat dari lantai dua itu, kaki kiri Honasan patah. Selain itu, jaringan otot di kedua kakinya terkoyak sekitar lima sentimeter.

Alpajeros menjelaskan, luka-luka di kedua kaki Honasan itu diperkirakan sembuh dalam waktu tujuh sampai 10 hari. Namun kaki kirinya yang patah membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk bisa pulih. Honasan kini diberi obat-obat antibiotik agar tidak terkena infeksi. Dia dipindahkan dari RS Kepolisian itu ke Asian Hospital, Rabu lalu, beberapa jam setelah dia ditangkap.

Akan Serahkan Diri

Mantan senator itu dituduh melakukan pemberontakan dan upaya kudeta pada 2003 dan Februari 2006. Sebelum tertangkap, dia membuat frustrasi polisi dan tentara yang memburunya selama sembilan bulan. Bahkan, Kepolisian Filipina pernah mengiming-imingi hadiah lima juta peso bagi orang yang bisa menangkap atau menunjukkan tempat persembunyiannya.

Beberapa saat sebelum penangkapan itu, Honasan sebenarnya sedang melakukan negosiasi melalui beberapa perantara mengenai penyerahan dirinya. Namun pihak pemerintah menolak permintaan Honasan tentang penghapusan segala tuduhan terhadap dirinya. Perundingan itu akhirnya menemui jalan buntu.

Pihak-pihak berwenang kemarin mengatakan, Honasan akan tetap berada dalam tahanan selama dia menjalani perawatan medis.

''Pada saat ini, dia masih berada dalam tahanan kami. Dan kami terus-menerus berkoordinasi dengan Departemen Kehakiman dan pengadilan menyangkut status penahanan serta tempat perawatannya,'' kata Kepala Kepolisian Nasional Filipina Oscar Calderon.

Calderon menambahkan, Pengadilan Wilayah Makati telah menyetujui bahwa kesehatan Honasan sebaiknya dipulihkan lebih dulu sebelum disidang. Selain itu, sistem pengamanan di Asian Hospital sudah cukup memadai untuk menjaga Honasan dan pasien lainnya.

Kepolisian Filipina saat ini masih memburu Kolonel (purnawirawan) Jake Malajacan dan Kapten Felix Turingan. Keduanya pernah bertugas di Angkatan Laut Filipina.

Honasan, Malajacan, dan Turingan memimpin kelompok tentara pembangkang Makabayang Kawal ng Pilipinas (MKP). Kelompok ini melakukan pemberontakan yang berlangsung selama beberapa jam di Oakwood pada Juli 2003. (inq-ben-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA