| Jumat, 17 Nopember 2006 | INTERNASIONAL |
Lawatan Presiden Bush Uji Wibawa Amerika di AsiaSINGAPURA - Presiden Amerika Serikat George W Bush akan menguji wibawa internasionalnya dalam lawatan ke Asia. Bush kemarin bertolak menuju Asia, yang merupakan lawatan pertama ke luar negeri sejak Partai Republik kalah dalam pemilihan Kongres baru-baru ini. Dia singgah di Moskwa untuk mengadakan pembicaraan dengan Presiden Vladimir Putin sebelum terbang ke Singapura dan kemudian Vietnam untuk menghadiri pertemuan pucak APEC. Selesai pertemuan puncak, Bush akan mengunjungi Indonesia selama lima jam. Fokus pembicaraan adalah masalah perdagangan dan program nuklir Korea Utara. Lawatan Bush ini akan menjadi ujian atas wibawanya menyusul kekalahan partainya dalam pemilihan Kongres. ''Setelah terpukul oleh kekalahan pemilihan itu, Presiden Bush berharap lawatannya ke Asia akan memperkuat kembali wibawanya di pentas dunia,'' kata pakar hubungan internasional dari London Jonathan Beale. Dia akan menjadi presiden Amerika Serikat kedua yang berkunjung ke Hanoi sejak perang Vietnam berakhir. Fokus misi Bush dalam pertemuan puncak Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik ini adalah perluasan kesepakatan perdagangan bebas di Asia. ''Bush juga akan menggunakan kesempatan ini untuk berbicara dengan mitra-mitranya di Asia mengenai kekhawatiran Amerika atas kemungkinan Korea Utara menjadi sebuah negara nuklir,'' kata dia. Perbaikan Hubungan Di Hanoi, Bush juga akan bertemu dengan Presiden China Hu Jintao yang sedang berada di negara itu. Lawatannya juga termasuk Laos, India dan Pakistan. Hu Jintao akan berbicara tentang perbaikan hubungan diplomatik dan dagang dengan negara-negara tetangganya. Kunjungan Bush ke Vietnam dibayang-bayangi dengan persoalan hubungan dagang kedua negara setelah DPR AS menolak Undang-undang yang memasukkan Vietnam ke dalam daftar negara-negara utama untuk hubungan dagang. India dan China masih harus menyelesaikan masalah-masalah di sekitar perbatasan namun hubungan kedua negara membaik di saat keduanya tumbuh menjadi kekuataan ekonomi global. Namun India tetap mencurigai rencana militer China dan kerja sama nuklir dengan Pakistan. Media pemerintah China mengatakan, kedua negara kemungkinan akan menandatangani kesepakatan dagang bebas selama lawatan Hu Jintao di sana. Namun dengan Kongres AS dikuasai oleh Partai Demokrat, agenda perdagangan bebas yang diajukan Bush kemungkinan akan terhambat. Partai Demokrat sejak dulu menjalin hubungan kuat dengan serikat buruh dan mungkin akan mendorong kebijakan yang lebih proteksionis. (bbc-gn-25) |