logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 11 Nopember 2006 SEMARANG
Line

Polisi Kantongi Identitas Pelaku

  • Penipuan Emas Batangan Senilai Rp 181 Juta

SALATIGA- Polres Salatiga telah mengantongi identitas pelaku penipuan pembelian emas batangan senilai Rp 181 juta milik Hardi (60), pemilik Toko Mas Padi di Jalan Jenderal Sudirman Salatiga. Identitas tersebut diperoleh setelah dilakukan penyelidikan terhadap perjanjian sewa menyewa rumah yang digunakan sebagai lokasi penipuan.

Kapolres Salatiga AKBP Rahardjo SH melalui Kasat Reskrim AKP Pratomo SH dan Kabag Binamitra Kompol Agus Suryanto kemarin mengatakan, setelah mengetahui identitas pelaku petugas melakukan pengejaran.

Pratomo menjelaskan, identitas diperoleh dari surat perjanjian sewa-menyewa rumah di Perumahan Lembah Hijau Blotongan di Jalan Merdeka Utara Nomor H3.

Perjanjian sewa-menyewa itu dilakukan di hadapan notaris di Kota Salatiga. Dalam surat perjanjian itu, diduga salah satu nama yang tertera merupakan nama pelaku penipuan.

Sementara itu, rumah yang baru dikontrak beberapa hari oleh pelaku, menurut informasi Ketua RT setempat Bambang Santoso, diketahui milik Panto, warga asal Sulawesi Utara.

Menurut Bambang, Panto kini bertempat tinggal di rumah lainnya yang berada di Kota Bandung. Sementara perantara sewa-menyewa rumah tersebut masih tinggal di daerah itu, tetapi berada di luar kota.

Diperoleh informasi jika pelaku yang tersebut dalam surat perjanjian sewa-menyewa beralamat di Jakarta Selatan dan diduga bagian dari sindikat penipuan dengan kasus yang sama.

Diduga pula merupakan jaringan yang sering melakukan penipuan dalam jual beli emas di beberapa kota. ''Kami juga telah berkoordinasi dengan jajaran kepolisian di daerah lain,'' ungkap Pratomo.

Seperti diberitakan, Hardi, pemilik Toko Emas Padi di Jalan Jenderal Sudirman telah ditipu seorang wanita saat transaksi jual beli emas batangan di rumah Kompleks Lembah Hijau Jalan Merdeka Utara 1, Kamis (9/11) sore.

Akibat kejadian itu, empat emas batangan berdasarkan pengakuan awal korban memiliki total berat 80 ons, yang ditawarkan seharga Rp 181 juta, raib.

Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 17.00 itu menghebohkan warga Perumahan Lembah Hijau. Pasalnya, setelah pelaku kabur, korban ditinggal di dalam rumah dalam keadaan terkunci. Warga awalnya sempat mengira kalau korban disekap pelaku, sehingga segera melaporkan kejadian itu kepada polisi. Namun, ternyata pelaku telah kabur lewat jendela kamar dan membobol tembok belakang rumah. (H2-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA