logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 23 Oktober 2006 SALA
Line

GEBYAR SYAWALAN 2006

Dibuka Besok Pagi Usai Shalat

SOLO - Panitia Gebyar Syawalan 2006 Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) sudah menjadwalkan pembukaan Gebyar Syawalan tetap dilakukan Selasa pagi 24 Oktober atau Lebaran pertama versi kalender resmi yang dikeluarkan pemerintah. Upacara pembukaan dengan beberapa atraksi kesenian itu, dijadwalkan berlangsung setelah salat ied, dan diharapkan bisa dilakukan Wali Kota Jokowi.

''Kalau pak Wali tidak bisa membuka karena ada kesibukan open house pagi itu (Selasa pagi-Red), ya mudah-mudahan bisa dilakukan pak Wakil Wali Kota (FX Hadi Rudyatmo). Kalau keduanya nggak bisa, ya mudah-mudahan masih ada pejabat lain yang bisa,'' harap Gembong.

Hardy juga mengungkapkan, kegiatan promo dengan tim yang berdandan wayang wong Panakawan dan Limbuk-Cangik, tetap gencar dilakukan keluar-masuk pasar dan swalayan, terminal, stasiun serta ke desa-desa, tak hanya siang tetapi malampun dilakukan.

Selain berbagai fasilitas hiburan aset taman yang ada, sejak kemarin datang beberapa ekor koleksi satwa melata khususnya ular piton raksasa dan ular langka yang akan dipamerkan dalam stan terpisah.

Disiplin

Panitia juga akan menertibkan para petugas internalnya, agar disiplin di bidang tugas masing-masing. Secara eksternal, panitia juga tidak akan memberi toleransi kepada pihak-pihak dari luar yang berkait dengan kegiatan itu. Terutama dalam urusan lalu-lintas keluar-masuk pengunjung.

Sikap tegas panitia, baik terhadap kalangan dalam maupun orang luar secara pribadi maupun kelembagaan itu, untuk menghindari kebocoran pemasukan yang selama bertahun-tahun terjadi pada setiap penyelenggaraan kegiatan menyambut Lebaran itu.

Menurut Gembong Supriyanto selaku Koordinator Pnyelenggara HMC Organizer, meminimalisasi kebocoran itu mutlak harus dilakukan karena beban panitia untuk menyewa TSTJ atau Taman Jurug dan perasional Gebyar Syawalan 2006 cukup berat.

''Karena selain untuk kas, kami masih dibebani aneka macam tanggung jawab yang tidak ringan dan tidak sedikit biayanya. Jaminan pengamanan segala aset-aset berharga yang ada di sana (Jurug-Red), tentu menambah beban biaya jadi lebih tinggi,'' tutur mantan karyawan Taman Jurug (1970-1990-an) itu. (G19,won-50)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA