logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 23 Oktober 2006 RAGAM
Line

TASAWUF interaktif

Zikir dan Doa Minta Rezeki

TANYA: Dengan singkat, mohon diberi zikir dan doa apa yang mudah untuk memperoleh rezeki dan pekerjaan yang barokah dan halal. Selama ini saya sudah membaca surah al-Hijr, baca tahmid, tahlil dan takbir setiap saat, dan sering menjalankan shalat malam, dan bahkan puasa Senin-Kamis, tetapi belum juga terasa hasilnya.

SMS dari Tyas & Nur.

Jawab:

Terima kasih, saya sampaikan kepada Saudara Tyas dan Nur yang Insya Allah dirahmati Allah SWT. Memang Allah menyuruh kita untuk berdoa, namun doa yang bagaimana yang mudah dikabulkan-Nya. Inilah yang menjadi persoalan.

Berdoa itu harus sesuai dengan ketentuan-Nya, seperti dalam dalam surah al-Baqarah/ 2: 186 kita dianjurkan untuk berdoa, asalkan kita memenuhi permintaan-Nya, yakni mengikuti perintah-Nya dan beriman kepada-Nya (falyastajiibuulii wal yu'minuubii) dan disertai penuh keyakinan, bahwa doanya dikabulkan oleh Allah SWT.

Hadis Nabi saw, "berdoalah kamu kepada Allah dengan penuh keyakinan Allah akan mengijabahinya". Mengapa harus yakin? Karena doa adalah cita-cita batin, dan "Aku (Allah) akan memenuhi persangkaan hamba-Ku pada-Ku", (Hadits Qudsi), disertai dengan ikhtiar. Tanpa itu sulit dikabulkan oleh Allah. "karena langit tidak akan menurunkan hujan emas." (Umar ibn Khaththab).

Disamping itu harus diikuti dengan kekhusyukan dan mengerti dan paham terhadap apa yang dibacanya, sabar, tidak tergesa-gesa, berdoa secara terus-menerus (ajeg). Hadis Nabi saw menyatakan, "sebaik-baik amal ialah dilaksanakan secara terus-menerus, meskipun sedikit".

Memakan barang yang halal, suci dari najis dan dosa, karena Allah Maha Suci, harus didekati dengan yang suci dan bersih. Suatu ketika ada seorang yang datang dari pedesaan, menengadahkan tangannya, sambil berdoa, ya Tuhan, ya Tuhan berikan ini dan itu, tetapi dia makan dan minum serta pakaiannya haram, maka dari mana akan dikabulkan doanya. Disamping persyaratan tersebut, perlu juga diperhatikan persyaratan teknis, seperti posisi menghadap, tempat dan waktu yang tepat (mustajabah).

Pertanyaan Anda tentang doa yang tidak dikabulkan oleh Allah. Masalahnya bukan materi doanya tetapi ketidakkonsistenan antara hati, ucapan dan tindakan.

Ibrahim ibn Adham dilapori oleh salah seorang temannya, bahwa dia telah duapuluh lima tahun berdoa, tetapi belum dikabulkan oleh Allah SWT. Maka Ibrahim menyatakan: "bahwa hatimu mati/ dihalangi oleh 10 perkara yang tidak konsisten, yakni:

1. Mengakui hak-hak Allah tetapi tidak memenuhinya.

2. Membaca kitab suci-Nya, tetapi tidak mau mengamalkannya.

3. Mengakui cinta nabi-Nya, tetapi meninggalkan sunnahnya.

4. Mengakui setan sebagai musuh, tetapi mengikuti ajakannya.

5. Menyatakan bahwa mati itu benar, tetapi tidak mau mempersiap

kannya.

6. Menyatakan takut neraka-Nya, tetapi merelakan diri masuk ke

dalamnya.

7. Menyatakan cinta sorga-Nya, tetapi tidak mau melakukan perintah-Nya.

8. Menyibukkan dengang cela orang lain, tetapi melupakan cela diri

sendiri.

9. Memakan nikmat-Nya, tetapi tidak mau mensyukurinya.

10.Mengubur mayat, tetapi kamu lupa mempersiapkan diri untuk

mengikutinya.

Kita diwajibkan untuk berdoa dengan berbagai persyaratan tersebut, kemudian diikuti dengan usaha lahir, insya Allah, akan dikabulkan oleh-Nya.

Demikian, semoga ada manfaatnya.(11)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA